Jejak Rivaldy Varianto Susilo: Dari Hanggar ITB ke Langit Karier Global London

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Rivaldy Varianto Susilo adalah potret generasi insinyur muda Indonesia yang memilih jalur panjang, berliku, tapi konsisten.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini kini meniti karier sebagai insinyur pesawat di London—sebuah capaian yang lahir dari proses, bukan kebetulan.

Jejak Rivaldy di dunia aviasi dimulai pada 2010 saat ia resmi menjadi mahasiswa Teknik Dirgantara ITB. Sejak awal, ia percaya satu prinsip penting: insinyur hebat harus punya spesialisasi yang benar-benar dikuasai.

Keyakinan itu mendorongnya aktif di berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi, jauh melampaui rutinitas kuliah.

Puncaknya, pada 2013, Rivaldy menginisiasi Aksantara ITB, unit kegiatan mahasiswa yang fokus pada riset dan pengembangan drone.

Dari sinilah ia mengenal dunia rekayasa terapan secara nyata—mulai dari memimpin tim, mengambil keputusan teknis, hingga mengelola proyek berbasis teknologi.

Masuk Dunia Nyata: Industri, Target, dan Tekanan

Selepas kampus, Rivaldy langsung terjun ke dunia profesional. Pada 2015–2016, ia menjabat Chief of Technical & Engineering di Aerogeosurvey.

Di fase ini, dunia industri menunjukkan wajah aslinya: target ketat, standar tinggi, dan tuntutan hasil nyata. Rivaldy belajar mengelola tim teknis, menjaga kualitas engineering, sekaligus menjembatani kepentingan bisnis dan teknologi.

Langkahnya makin serius ketika pada 2016 ia bergabung dengan Airbus Helicopters Indonesia sebagai Production Controller.

 

Kariernya terus menanjak. Pada periode 2019–2021, ia dipercaya menjadi Project Manager, mengelola proyek-proyek dengan kompleksitas tinggi dan standar keselamatan kelas dunia.

Menyiapkan Lompatan Global

Di tengah karier yang sedang stabil, Rivaldy justru memilih memperluas horizon. Ia aktif dalam pengembangan diri dan jejaring internasional, termasuk menjadi British Council Ambassador (2018–2019).

Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi S2 Aerospace Engineering Management di University of Glasgow.

Di Inggris, Rivaldy membangun networking, menjajal peluang, dan memasang mimpi besar: berkarier di kancah global. Namun jalan itu tidak langsung terbuka.

“Saya mendaftar lebih dari 100 posisi di internal Airbus dan gagal. Tapi ya tinggal coba lagi saja sampai berhasil,” ujarnya, dikutip dari laman ITB.

Gagal, kembali ke Indonesia, lalu bangkit lagi. Rivaldy melanjutkan kariernya di Airbus Helicopters Indonesia sambil tetap menjaga mimpinya.

Jejak Menembus London

Kegigihan itu akhirnya terbayar. Pada 2022, Rivaldy diterima sebagai Aerodynamics Engineer di Airbus UK, Bristol.

Dari Bandung ke Bristol, dari kampus ke industri global—jejak panjang itu membuktikan bahwa karier internasional dibangun dari proses bertahap, penuh jatuh bangun, dan kemauan belajar tanpa henti.

“Percaya saja bahwa semua orang sukses yang teman-teman lihat, itu pasti sudah melewati banyak kegagalan dan jatuh bangun,” katanya.

Misi Berbagi: Get Karier untuk Generasi Muda

Tak hanya fokus pada karier pribadi, Rivaldy juga mendirikan Get Karier, sebuah platform pengembangan karier untuk Gen-Z dan milenial yang bercita-cita menembus panggung global.

Berawal dari proyek sampingan kecil, kini Get Karier menyediakan e-book, bimbingan, dan lokakarya yang menjangkau ribuan profesional muda setiap tahunnya.

“Dari merekayasa pesawat berkinerja tinggi hingga membangun karier yang berdampak tinggi, saya didorong oleh misi yang sama: membantu generasi berikutnya sukses di panggung global,” tulisnya di akun LinkedIn pribadi.

Jejak Rivaldy Varianto Susilo adalah kisah tentang konsistensi, kegagalan yang dirangkul, dan mimpi global yang diperjuangkan dengan kerja nyata. Sebuah pesan jelas bagi anak muda: langit karier itu luas, asal mau sabar menapaki prosesnya. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like