SUARAMUDA.NET, TUNIS — Semangat 1 Abad Nahdlatul Ulama terasa kuat di Negeri Zaitun. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia menggelar Istighosah Kubro dan Ngaji Kitab Qonun Asasi dalam rangka memperingati Harlah 1 Abad NU, Selasa (03/02/2026), bertempat di Sekretariat PCINU Tunisia.
Sekitar 150 kader Nahdliyyin, mayoritas mahasiswa Indonesia di Tunisia, memadati lokasi acara. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Istighosah Kubro, dilanjutkan soft launching Jurnal Khittah Volume ke-3, hingga acara inti berupa ngaji Kitab Qonun Asasi.
Suasana semakin khidmat sekaligus meriah dengan lantunan sholawat dari Grup Hadrah el-Khadra serta penampilan syair Arab.
Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU, Muhammad David Ibrahim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Harlah 1 Abad NU ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCINU Tunisia Muhammad Yusril Muna menegaskan pentingnya peran kader muda NU dalam mengawal perjalanan NU memasuki abad ke-2.
“Kader muda NU Tunisia harus terus menjaga semangat kebangkitan dan tradisi keilmuan para ulama NU. Kebersamaan dan kerukunan harus dirawat, sekaligus mempersiapkan bekal ilmu agar kelak lahir pemimpin dan ulama masa depan,” tegasnya.
Pesan serupa juga disampaikan Idris Ahmad Rifai, Rais Syuriyyah PCINU Tunisia. Ia menekankan bahwa kunci kekuatan NU selama satu abad terletak pada nilai khidmah dan keberkahan.
“Sudah satu abad NU membersamai NKRI dan jamaahnya justru terus bertambah. Rahasianya adalah keberkahan dan khidmah kepada para pendiri serta ulama NU. Semoga NU senantiasa diberi keselamatan di abad ke-2 ini,” tuturnya.
Ngaji Kitab Muqoddimah Qonun Asasi dipandu langsung oleh H. Ardi Pramana, Lc., MA., Mustasyar PCINU Tunisia. Ia mengajak seluruh kader untuk kembali meneladani risalah organisasi yang dirumuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
“Qonun Asasi adalah pijakan dasar berorganisasi NU. Di dalamnya terkandung nilai ukhuwah, persatuan, saling menghormati, dan kasih sayang yang harus terus dihidupkan,” tandasnya.
Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Amin Khafidin Busro, Wakil I Rais Syuriyyah PCINU Tunisia. (Red)