CERPEN: Orang yang Menunggu Kematian

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Ilustrasi: Pinterest)

(Ilustrasi: Pinterest)

Oleh: Krisna Wahyu Yanuar, Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di ujung desa Karangsepi, dekat kuburan lama yang ditumbuhi ilalang dan pohon asem, tinggal seorang lelaki tua bernama Pak Wira.

Rumahnya kecil, berdinding gedeg, beratap genteng yang beberapa sudah retak. Setiap sore, setelah adzan Ashar berkumandang dari surau bambu, Pak Wira duduk di bangku kayu menghadap makam-makam sunyi itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang-orang desa bilang Pak Wira sedang menunggu mati.

Ia tak membantah. Tak juga mengiyakan. Ia hanya tersenyum, senyum yang tak lagi lengkap giginya, tapi penuh kesabaran.

Pak Wira dulunya petani biasa. Tak pernah jadi lurah, tak pula naik haji. Hidupnya datar, seperti ‘galengan’ sawah yang ia rawat bertahun-tahun.

Baca Juga :  'Sengkolo Satu Suro': Horor Layar Lebar dan Politik Ketakutan dalam Imajinasi Kolektif

Istrinya meninggal lima tahun lalu, anak-anaknya merantau dan jarang pulang. Sejak itu, waktunya seolah melambat.

Hari-hari berlalu dengan suara cangkul, ayam berkokok, dan doa-doa pendek yang ia hafal sejak kecil.

Suatu sore, aku—yang kebetulan pulang ke desa—menyapanya.

“Pak, kok tiap hari di sini?” tanyaku.

Pak Wira menatap makam istrinya, lalu berkata pelan, “Saya sedang belajar mati.”

Aku terdiam.

“Orang mengira mati itu urusan nanti,” lanjutnya. “Padahal tiap hari kita sedang menuju ke sana. Kalau tak belajar dari sekarang, nanti cuma kaget.”

Sejak hari itu aku sering menemaninya. Kami bicara tentang sawah yang kian sempit, anak muda yang enggan bertani, dan tentang Tuhan yang makin sering disebut tapi jarang dirasa hadir. Pak Wira tak pernah menggurui. Ia hanya bercerita, seperti air mengalir di parit.

Baca Juga :  Mengenal Sinterklas: Sosok yang Selalu Viral di Saat Natal

Suatu pagi, ia tak keluar rumah. Bangku kayu di depan makam kosong. Ayam-ayam berisik tak diberi makan.

Aku masuk ke rumahnya dan menemukan Pak Wira terbujur kaku di atas tikar pandan. Wajahnya tenang. Seperti orang yang akhirnya sampai ke tempat yang sudah lama ia kenal.

Warga berdatangan. Ada yang menangis, ada yang membaca Yasin. Di antara bisik-bisik itu, aku teringat kalimatnya: belajar mati.

Di pemakaman, saat tanah menutup tubuhnya, aku tiba-tiba sadar: Pak Wira bukan menunggu kematian. Ia sedang memastikan bahwa ketika mati, ia benar-benar pernah hidup—dengan sabar, jujur, dan tanpa banyak tuntutan pada dunia.

Dan mungkin, di desa kecil itu, ia adalah satu-satunya orang yang benar-benar ada. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dihadapan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang, Ketua FKUB: Persoalan Lingkungan dan Bencana Tanggung Jawab Bersama
Gemuruh Semangat di Sukoharjo, Ratusan Ksatria Penjaga Ulama Resmi Sandang Baret Kebesaran Banser
Semarak HUT RI ke-81, KBRI Tunis dan PPI Tunisia Gelar Merdeka Summer Run & Clean The City
Muktamar XVI Tapak Suci Sukses, Ogan Ilir dan Perwil Mesir Dorong Kader Kuasai Bahasa Asing
Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?
Collabs! FKUB Kota Semarang-FORPELA Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama untuk Semarang yang Harmonis dan Inklusif
PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
REBORN Bangkit Lagi Lewat “FATHER”, Lagu Rock Emosional yang Lahir dari Kisah Kehilangan Sang Vokalis
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:35 WIB

Dihadapan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang, Ketua FKUB: Persoalan Lingkungan dan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Gemuruh Semangat di Sukoharjo, Ratusan Ksatria Penjaga Ulama Resmi Sandang Baret Kebesaran Banser

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Semarak HUT RI ke-81, KBRI Tunis dan PPI Tunisia Gelar Merdeka Summer Run & Clean The City

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Muktamar XVI Tapak Suci Sukses, Ogan Ilir dan Perwil Mesir Dorong Kader Kuasai Bahasa Asing

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:10 WIB