Kesadaran Baru Warga Muria: Dari Aturan Minimarket ke Gaya Hidup Ramah Lingkungan

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Ilustrasi Minimarket (sumber: pinterest?)

POV: Ilustrasi Minimarket (sumber: pinterest?)

Oleh: Fanesha Lencias Putri, Mahasiswa Progam Studi Psikologi, Universitas Muria Kudus

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Awalnya banyak yang mengeluh. “Aduh, lupa bawa tas belanja!” atau “Mbak, beli kantong yang besar satu ya.” Begitulah suara-suara yang kerap terdengar ketika kebijakan penghapusan kantong plastik diterapkan di minimarket sejak 2019.

Peraturan pemerintah yang kemudian diikuti Indomaret, Alfamart, dan jaringan ritel lainnya ini sempat membuat masyarakat Kudus kebingungan. Namun kini, pemandangan berbeda terlihat hampir setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu rumah tangga membawa tas kain besar dari rumah, anak muda menenteng totebag ke minimarket, sementara sebagian lainnya memilih memasukkan belanjaan langsung ke tas ransel. Yang dulunya terasa memaksa, kini berubah menjadi kebiasaan yang melekat.

Perubahan Kecil yang Berdampak Besar

Mengurangi penggunaan kantong plastik bukan sekadar urusan teknis ritel, tetapi langkah konkret menghadapi ancaman sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Generasi Z dan Ekonomi Digital: Harapan Baru bagi Jember

Kita tahu, plastik butuh ratusan tahun untuk terurai. Banyak yang berakhir di sungai, selokan, bahkan laut termasuk dari wilayah Muria. Itulah mengapa kebijakan ini menjadi penanda penting bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil.

Ketika kawasan Muria mulai memahami bahwa satu kantong plastik dapat mencemari lingkungan selama ratusan tahun, terbentuklah kesadaran moral bahwa mereka pun punya peran untuk menghentikan dampak buruk tersebut.

Akhirnya, membawa tas belanja bukan lagi beban melainkan pilihan yang dirasa benar. Lalu, fenomena di Kota Kudus ini tercipta melalui beberapa hal antara lain: kebijakan minimarket tanpa plastik, berbagai kampanye publik, pesan-pesan pengingat seperti “Bawa tas belanjamu, yuk!”, serta meningkatnya percakapan tentang isu lingkungan di media sosial.

Semua ini membentuk kesadaran kolektif, membuat masyarakat merasa bahwa membawa tas belanja adalah bagian dari budaya baru yang positif.

Baca Juga :  Evaluasi Keuangan Publik: Langkah Strategis untuk Mencapai Efisiensi dan Efektivitas Lembaga

Bayangkan setiap orang di kawasan muria hanya berbelanja dua kali seminggu. Jika 100 ribu orang membawa tas sendiri, maka ratusan ribu kantong plastik bisa dihemat setiap minggu.

Dampaknya tidak hanya bagi kebersihan kota, tetapi juga bagi masa depan lingkungan kita.

Kebiasaan baru ini menunjukkan bahwa sinergi antara kebijakan publik, edukasi, dan kesadaran masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata.

Dari langkah dengan membawa tas belanja sendiri, masyarakat belajar tentang rasa tanggung jawab terhadap bumi.

Arah Baru Masyarakat Kudus

Perubahan menuju gaya hidup ramah lingkungan memang tidak instan. Tapi langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi gerakan besar.

Seperti pepatah modern yang sering kita dengar: “Bumi tidak butuh sedikit orang yang sempurna, tetapi jutaan orang yang mau berusaha.” Untuk lingkungan yang lebih bersih, untuk masa depan yang lebih baik. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB