Menang Pilwalkot New York, Mamdani Malah Mau Diusir dari AS, Kok Bisa?

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim New York. (Gambar: Instagram @zohrankmamdani)

Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim New York. (Gambar: Instagram @zohrankmamdani)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Baru juga ngerasain euforia kemenangan, politisi muda Muslim Zohran Mamdani langsung kena badai politik besar di Amerika Serikat.

Mamdani, yang baru aja terpilih jadi Wali Kota New York City — sekaligus wali kota Muslim dan Asia Selatan pertama di kota paling ikonik di dunia itu — kini malah terancam dideportasi!

Kok bisa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ternyata, sejumlah politisi dari Partai Republik, termasuk orang dekat Donald Trump, lagi gencar banget ngegas Mamdani.

Mereka menuduh proses naturalisasi kewarganegaraan Mamdani pada 2018 “nggak bersih” alias penuh kebohongan. Bahkan mereka minta Departemen Kehakiman AS buat cabut kewarganegaraannya dan ngusir dia dari Amerika.

Penyebabnya?

Pandangan politik Mamdani yang super progresif. Ia dikenal vokal banget dukung hak-hak Palestina dan ide redistribusi kekayaan lewat pajak tinggi buat orang kaya. Gaya politiknya yang “kiri banget” bikin kubu konservatif panas dingin.

Baca Juga :  Arab Saudi Larang Penggunaan Pengeras Suara di 2 Kota Suci, Benarkah?

Dua anggota Kongres Republik, Andy Ogles dan Randy Fine, jadi yang paling depan dorong “denaturalisasi” ini. Mereka bahkan nyuratin Departemen Kehakiman buat nyelidiki Mamdani, menuduh dia nyembunyiin afiliasi ideologi ekstrem.

Trump juga sempet nyeletuk, nyebut Mamdani “komunis murni” dan ngancam bakal nahan dana buat New York kalau dia “nggak nurut”.

Padahal, Mamdani cuma aktif di Democratic Socialists of America (DSA), organisasi politik progresif yang sering dicap “komunis” sama politisi sayap kanan — padahal nggak resmi komunis sama sekali.

Mamdani sendiri santai tapi tegas nanggepin tuduhan itu. “Ini omong kosong rasis,” katanya.

Para ahli hukum imigrasi juga ikut ngomong. Mereka bilang, mencabut kewarganegaraan itu proses super langka dan susah banget.

Baca Juga :  Netanyahu Belum Kapok Jadi Perdana Menteri, Kini Dia Mau Nyalon Lagi!

Pemerintah harus bisa buktiin dengan data yang kuat kalau Mamdani bener-bener bohong waktu jadi warga negara.

Jeremy McKinney, pengacara imigrasi AS, menilai tuduhan terhadap Mamdani lemah banget.

“Saya nggak lihat bukti yang bisa bikin kewarganegaraannya dicabut. Semua tuduhan itu kelihatannya cuma permainan politik,” ujarnya.

Bahkan ahli sejarah Emory University, Harvey Klehr, bilang DSA itu bukan organisasi komunis. “Kaum sosialis demokratis justru menolak ide totaliter dan kepemilikan negara penuh atas alat produksi,” jelasnya.

Intinya, kemenangan Mamdani yang seharusnya jadi sejarah besar buat minoritas Muslim di Amerika malah berubah jadi drama politik tingkat tinggi.

Satu hal yang pasti, kisah Mamdani ini bukti kalau politik di Amerika nggak kalah panas sama sinetron prime time. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB