SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Buat kamu mahasiswa atau alumni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, siap-siap update bio dan kop surat, ya!
Sebab, mulai Januari 2026, nama fakultas resmi berubah jadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Tapi tenang, ini bukan rebranding ala-ala biar makin aesthetic. Perubahan ini murni karena penyesuaian aturan pemerintah.
Kenapa Ganti Nama?
Pergantian nama ini mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 49 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker). Jadi, bukan karena ganti visi, bukan juga karena ada “angin segar” restrukturisasi besar-besaran.
Dekan FTIK UIN Walisongo, Fatah Syukur, menegaskan bahwa perubahan ini hanya mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.
“Perubahan nama FITK menjadi FTIK tidak memiliki alasan khusus. Kami mengikuti aturan yang sudah ditetapkan PMA RI Nomor 49 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (18/2/2026).
Ada Perubahan Sistem? Kurikulum? Visi?
Jawabannya: nggak ada. Sebab Fatah memastikan substansi fakultas tetap sama. Visi, misi, arah pendidikan, sampai ruh keilmuannya tetap jalan seperti biasa.
Jadi mahasiswa nggak perlu khawatir bakal ada perubahan mendadak di kurikulum atau sistem akademik. “Substansi dari fakultas masih tetap dengan visi misi yang tidak berubah,” tegasnya.
Perlu Perayaan? Nope. Karena menurut pihak fakultas, perubahan ini bersifat administratif, jadi nggak perlu seremoni atau acara khusus. Santai tapi resmi.
Intinya, ini cuma tukar posisi kata: dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Singkatnya beda tipis, tapi secara legal sudah sah mulai Januari 2026. Jadi, jangan sampai salah sebut, ya. Nanti dikira belum update! (Red)