SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Mulai 10 Februari 2026, aplikasi pesan instan asal Rusia, MAX Messenger, resmi dapat digunakan oleh pengguna di Indonesia.
Informasi ini dikonfirmasi oleh surat kabar Gazeta.Id yang melaporkan bahwa platform digital besutan VK tersebut kini membuka akses pendaftaran bagi nomor telepon Indonesia dengan kode +62.
Kehadiran MAX di tanah air membuka alternatif baru bagi pengguna yang mencari aplikasi pesan instan berbasis keamanan dan kedaulatan data.
MAX adalah platform digital yang dikembangkan oleh VK dengan dukungan penuh Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Federasi Rusia serta perusahaan-perusahaan dalam ekosistem Rostec.
Aplikasi ini tersedia lintas platform, dapat diakses melalui iOS, Android, Windows, macOS, dan versi web.
Sejak November 2025, MAX Messenger hanya tersedia bagi penduduk negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang meliputi Rusia, Belarusia, Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, Moldova, Tajikistan, dan Uzbekistan.
Untuk menggunakan aplikasi di luar wilayah tersebut, pengguna wajib memiliki nomor telepon dari salah satu negara terdaftar. Kini Indonesia menjadi salah satu negara di luar CIS yang dapat mengakses layanan ini.
Soal keamanan, pengembang MAX membantah tegas tuduhan kebocoran data yang sempat beredar. Mereka menjamin seluruh informasi pengguna disimpan di pusat data yang berlokasi di Rusia dan tidak dikirim ke luar negeri.
Sebagai bentuk komitmen, MAX juga meluncurkan program Bug Bounty dengan hadiah hingga 5 juta rubel atau setara Rp900 juta bagi siapa pun yang menemukan kerentanan kritis dalam sistem mereka.
MAX Messenger lahir di tengah situasi di mana sejumlah platform global seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan YouTube tidak lagi dapat diakses secara bebas di Rusia.
Pemerintah Rusia memblokir layanan-layanan tersebut dengan alasan keamanan nasional, perlindungan data warga negara, serta ketidakpatuhan terhadap regulasi lokal yang mengharuskan data pengguna Rusia disimpan di dalam negeri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju kedaulatan digital.
Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pengembangan MAX Messenger. Ia menegaskan bahwa penciptaan platform komunikasi nasional ini merupakan langkah tepat yang memungkinkan Rusia mencapai kedaulatan digital penuh.
“Kini Rusia termasuk dalam lingkaran sempit negara-negara dengan status kedaulatan digital, bersama dengan Amerika Serikat dan China,” ujar Putin sebagaimana dikutip dari fontanka.ru.
Dengan masuknya MAX ke Indonesia, pengguna kini memiliki opsi baru untuk berkomunikasi lintas negara dengan jaminan keamanan data.
Meskipun masih ada keterbatasan teknis seperti unduhan Android yang belum tersedia, kehadiran platform ini menandai babak baru kerja sama digital Indonesia-Rusia. (Red)