Panas! Iran Umumkan Kendali Penuh Selat Hormuz, Dunia di Ambang Perang?

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran umumkan sudah kendalikan penuh Selat Hormuz ketika saat situasi sudah di ambang perang dengan AS. Foto/Iranian Army Office

Iran umumkan sudah kendalikan penuh Selat Hormuz ketika saat situasi sudah di ambang perang dengan AS. Foto/Iranian Army Office

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketegangan di Timur Tengah makin panas. Iran secara terbuka mengumumkan bahwa mereka kini memegang kendali penuh atas daratan, perairan, hingga ruang udara Selat Hormuz—jalur minyak paling strategis di dunia.

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang disebut-sebut mendekati konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat (AS).

“Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap,” tegas Brigadir Jenderal Mohammad Akbarzadeh, komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip Fars News, Kamis (29/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berhenti di situ, Akbarzadeh mengirim pesan keras ke Washington dan sekutunya.
“Jika perang pecah, tidak akan ada mundur, bahkan satu milimeter pun. Iran akan terus maju,” ujarnya.

Menurut Akbarzadeh, pengelolaan Selat Hormuz kini telah bertransformasi total. Iran, kata dia, tak lagi mengandalkan cara-cara lama.

Baca Juga :  Catatan Penting 75 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Rusia

“Pengelolaan jalur strategis ini sudah melampaui metode tradisional dan kini sepenuhnya berbasis sistem cerdas,” ungkapnya.

Dengan sistem tersebut, Iran mengklaim mampu memantau seluruh aktivitas maritim, mulai dari pergerakan kapal di permukaan laut hingga aktivitas bawah laut. Bahkan, Teheran disebut memiliki kendali penuh atas izin lintas kapal asing.

“Iran menentukan apakah kapal dengan bendera tertentu boleh melewati selat ini atau tidak,” lanjutnya.

Meski nada pernyataannya keras, Akbarzadeh menegaskan Iran tidak ingin ekonomi global terguncang.

“Kami tidak ingin ekonomi dunia menderita. Namun AS dan sekutunya tidak akan dibiarkan mengambil keuntungan dari perang yang mereka mulai,” katanya.

Baca Juga :  KBRI Protes pada Malaysia Gegara WNI Ditembak: Usut, Tuntas!

Iran juga mengeluarkan peringatan serius kepada negara-negara tetangga. Jika wilayah darat, laut, atau udara mereka digunakan untuk menyerang Iran, maka negara tersebut akan dianggap musuh.

“Pesan ini sudah kami sampaikan kepada pihak-pihak regional,” tegas Akbarzadeh.

Ia menambahkan bahwa Teheran masih menyimpan kemampuan militer tambahan yang belum dipublikasikan. “Semuanya akan diungkap pada waktu yang tepat,” ujarnya, penuh isyarat.

Ketegangan Teheran–Washington terus meningkat setelah gelombang protes anti-pemerintah di Iran. Pemerintah AS sendiri menyatakan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, masih terbuka dalam menghadapi Iran.

Sebagai respons, para pejabat Iran menegaskan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ngamuk Lagi! AS Kembali Serang Iran, Gencatan Senjata Terancam Buyar
China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global
Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional
Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan
Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya
Dari Konsultasi ke Integrasi Ekonomi: Deklarasi Kazan Buka Jalan Kerja Sama Ekonomi Rusia-ASEAN
Netanyahu dan Kebijakan Kontroversial: Israel Dianggap Abaikan Hukum Internasional dan Perluas Konflik di Timur Tengah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:02 WIB

China Dorong BRICS Perkuat Kendali Mineral Strategis, Wang Yi Soroti Tantangan Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:23 WIB

Menteri Hukum RI dan Jaksa Agung Rusia Sepakat Perkuat Penegakan Hukum Transnasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:48 WIB

Paviliun Indonesia 1.500 Meter Persegi di INNOPROM 2026, Siap Pamerkan 5 Sektor Industri Unggulan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:18 WIB

Timor Leste Berduka, Mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres Wafat

Senin, 22 Juni 2026 - 17:13 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mundur dari Jabatannya

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB