Drama Greenland yang “Direbut” Donald Trump, Denmark Pasang Badan!

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daratan Greenland yang direbut Donald Trump/ gambar: pinterest

Daratan Greenland yang direbut Donald Trump/ gambar: pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Drama geopolitik di kawasan Arktik makin panas. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyebut negaranya tengah berada pada “momen menentukan” dalam perseteruan diplomatik dengan Amerika Serikat terkait masa depan Greenland.

Pemicunya? Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman bernada militer—seolah Greenland bisa direbut begitu saja.

Frederiksen tidak tinggal diam. Dalam debat politik yang disiarkan luas di Denmark, ia menegaskan bahwa pertaruhan ini jauh lebih besar daripada sekadar memperebutkan wilayah bersalju.

“Ini momen krusial. Konflik ini menyangkut masa depan Greenland dan prinsip-prinsip global yang tidak bisa ditawar,” tegasnya seperti dikutip AFP, Senin (12/1/2026).

Melalui unggahan di Facebook, Frederiksen memberi sinyal keras: kedaulatan Denmark bukan barang obralan.

“Kami siap mempertahankan nilai kami di mana pun diperlukan—termasuk Arktik. Hukum internasional dan hak rakyat menentukan nasib sendiri tidak boleh diinjak-injak,” tulisnya.

Pernyataan tegas itu langsung memantik gelombang dukungan dari Eropa. Swedia dan Jerman secara terbuka menyatakan berdiri di barisan Denmark.

Baca Juga :  Hasil Survei: Gegara Trump, Partai Republik Bakal "Keog" di Pemilu AS 2026

Sebelumnya, tujuh negara Eropa lainnya—termasuk Prancis, Inggris, dan Italia—telah menandatangani surat penolakan terhadap langkah agresif Washington.

Dengan dukungan Eropa yang makin solid, Denmark kini menjadi simbol perlawanan. Sementara itu, manuver Trump justru semakin memperlihatkan bagaimana Arktik tiba-tiba berubah menjadi panggung perebutan pengaruh global.

Drama belum selesai. Dunia menunggu: akankah Arktik tetap jadi kawasan damai—atau berubah menjadi episode baru konfrontasi internasional? Lihat saja nanti! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB