Iran Membara Lagi: Teriakan Rakyat Pecah di Tengah Gelapnya Malam

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa menjaga keamanan adalah

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa menjaga keamanan adalah "garis merah" dan militer berjanji untuk melindungi properti publik. (via REUTERS/SOCIAL MEDIA)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Iran kembali bergolak. Sejak 28 Desember 2025, jalanan di berbagai kota berubah jadi lautan manusia yang menuntut perubahan.

Sudah 16 hari berlalu, tapi suara mereka belum juga padam—justru makin keras. Di balik teriakan itu, ada kenyataan pahit: lebih dari 500 nyawa telah melayang.

Awalnya, protes ini hanya soal harga kebutuhan yang mendadak meroket. Tapi seperti bara yang kena angin, keluhan itu menjelma jadi gelombang besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, rakyat berani menantang rezim ulama yang telah memegang kendali sejak Revolusi Islam 1979. Mereka turun ke jalan bukan hanya karena lapar, tetapi karena lelah.

Menurut laporan kelompok HAM HRANA di AS, setidaknya 490 pengunjuk rasa dan 48 aparat keamanan tewas. Lebih dari 10.600 orang ditangkap.

Baca Juga :  Perusahaan Barat Bersiap Kembali ke Pasar Rusia Meski Sanksi Masih Berlaku

Namun angka ini pun masih samar—akses internet diputus, media dibatasi, dan dunia hanya bisa melihat potongan-potongan kebenaran dari cuplikan video yang lolos sensor.

Protes kali ini disebut yang terbesar sejak 2022. Dunia ikut tegang. Presiden AS Donald Trump terus mengeluarkan pernyataan bernada intervensi. Tekanan dari luar makin kuat seiring meningkatnya jumlah korban di dalam negeri.

Sementara itu, dari Teheran muncul peringatan keras. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengingatkan AS agar tidak coba-coba ikut campur.

“Jika Iran diserang, wilayah pendudukan (Israel) dan semua pangkalan serta kapal AS akan jadi target sah,” katanya. Tegas. Dingin. Menggigit.

Israel pun dibuat waspada. Status siaga tinggi diberlakukan. Sepanjang akhir pekan, para pejabat militernya menggelar rapat berlapis-lapis.

Baca Juga :  Indonesia Pukau Penonton dengan Prosesi Adat Melayu dan Batik di Festival Rusia

Namun mereka sepakat untuk tidak ikut campur—setidaknya untuk saat ini—karena takut memicu efek domino yang lebih berbahaya di kawasan.

Dari dalam Iran sendiri, gambar-gambar yang menyebar diam-diam di media sosial terasa seperti pukulan telak: ribuan orang memenuhi jalanan Teheran di tengah malam, menyalakan ponsel sebagai simbol harapan.

Sementara televisi pemerintah menayangkan puluhan kantong jenazah dan menyebut para korban sebagai “teroris bersenjata”. Dua kenyataan. Dua narasi. Dua dunia yang saling bertabrakan.

Yang jelas, belum ada tanda-tanda badai ini akan reda. Dengan kemarahan rakyat yang kian menguat dan tekanan geopolitik yang makin panas, Iran kini berada di persimpangan paling genting sejak 2022.

Dan Timur Tengah—lagi-lagi—menahan napas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB