Berawal dari Cabai Ungu! Anak Semarang Ini Lulus Terbaik IPB dengan IPK Nyaris Sempurna

Shafiq Nayottama Ramadhan, alumnus Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Siapa sangka, benda kecil pedas bernama cabai bisa jadi titik balik masa depan seseorang. Dari rasa penasaran pada cabai hias berwarna ungu, seorang anak Semarang justru melesat jadi lulusan terbaik kampus top Indonesia.

Dialah Shafiq Nayottama Ramadhan, alumnus Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University. Berkat risetnya soal cabai, Shafiq sukses mengunci predikat Lulusan Terbaik dengan IPK fantastis 3,90.

Ia resmi diwisuda pada 10 Desember 2025 di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Kisah ini bermula dari momen sederhana saat Shafiq masih duduk di bangku SMA Negeri 2 Semarang. Sebuah slide presentasi berisi cabai kecil berwarna ungu karya peneliti IPB University, Prof Syukur, mendadak mencuri perhatiannya.

“Enggak pernah nyangka, warna ungu kecil di layar presentasi IPB Goes to School itu justru menentukan arah hidup saya,” kenang Shafiq, dikutip dari laman resmi IPB University, Sabtu (3/1/2026).

Rasa penasaran itu membawanya memilih Agronomi dan Hortikultura sebagai “rumah belajar”.

Keberuntungan berpihak ketika ia diterima lewat SNMPTN (kini SNBP)—dan makin lengkap karena akhirnya dibimbing langsung oleh sosok yang dulu menginspirasinya.

“Rasanya bersyukur banget. Dari sekadar kagum waktu SMA, sekarang malah jadi mahasiswa bimbingan Prof Syukur,” ujarnya.

Selama kuliah, Shafiq fokus meneliti evaluasi keragaan dan daya hasil cabai keriting hibrida dan nonhibrida.

Hampir setahun penuh ia bergelut dengan dunia riset—dari penyilangan, penyemaian, pindah tanam, hingga panen berulang kali.

“Capek iya, tapi justru di situ serunya. Melihat tanaman tumbuh dari hasil tangan sendiri itu rasanya enggak tergantikan,” tuturnya.

Tak cuma jago di kelas dan kebun percobaan, Shafiq juga memperluas pengalaman lewat program pertukaran pelajar di Bengkulu serta Magang Merdeka di Edufarmers International.

Di sana, ia terjun langsung mendampingi petani dan menyaksikan realitas pertanian dari dekat.

“Diskusi langsung dengan petani dan melihat dampak nyata dari pendampingan bikin saya makin yakin dengan jalan yang saya pilih,” katanya.

Bagi Shafiq, pertanian bukan cuma soal panen dan produksi. Lebih dari itu, pertanian adalah tentang manusia, keberlanjutan lingkungan, dan perubahan besar yang tumbuh pelan tapi pasti.

Dari Semarang, lewat cabai ungu, Shafiq membuktikan bahwa inspirasi kecil bisa menumbuhkan mimpi besar. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like