Malaysia Ikuti Indonesia & Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Main Medsos

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Indonesia dan Malaysia. (Sumber gambar: Vectorstock)

Bendera Indonesia dan Malaysia. (Sumber gambar: Vectorstock)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Gelombang pembatasan media sosial untuk anak dan remaja makin meluas. Setelah Indonesia dan Australia, kini Malaysia bersiap mengambil langkah serupa: melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial.

Pemerintah Malaysia tengah menggodok aturan ketat demi melindungi generasi muda dari sisi gelap dunia maya.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, menyebut pihaknya sedang mempelajari berbagai skema pembatasan yang telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Australia.

“Target kami, mulai tahun depan platform media sosial harus patuh pada kebijakan pemerintah untuk melarang pengguna di bawah 16 tahun membuka akun,” ujar Fahmi, dikutip dari Reuters.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah Malaysia menilai ruang digital saat ini semakin rawan bagi anak-anak dan remaja, mulai dari perundungan daring, penipuan finansial, hingga pelecehan seksual terhadap anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia memang dikenal lebih tegas mengawasi raksasa media sosial.

Baca Juga :  Begini Janji Menhan AS yang Baru, Akan Lakukan Perubahan di Tubuh Militer hingga Berkenalan dengan Israel

Pengetatan dilakukan sebagai respons atas maraknya konten berbahaya, termasuk judi online serta unggahan sensitif yang menyentuh isu ras, agama, dan institusi kerajaan.

Jika aturan ini resmi diterapkan, Malaysia akan mempertegas pesan bahwa keamanan anak di dunia digital lebih penting daripada kebebasan tanpa batas di media sosial.

Gelombang regulasi ini pun menjadi sinyal kuat bagi platform global: era “bebas main medsos” bagi anak-anak perlahan mulai berakhir. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 20 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB