“Warna yang Berbeda”: Budaya Indonesia Dipuji di Festival Seni Asia di Rusia

SUARAMUDA.NET, ROSTOV, RUSIA — Kehangatan budaya Indonesia menyapa Kota Rostov, Rusia, dalam The Eighth International Asian Art Festival. Amy Maulana, ekspert Indonesia-Rusia dari ANO Center for Mediastrategi, bersama istrinya, Regina Titova, berhasil memukau penonton dengan menyanyikan dua lagu Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh Palace of Culture «Rostov-Dosug» dan Teater Rakyat Drama Tari Oriental «Leela» pimpinan Vladimir Kasatkin ini, menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara.

Sebagai seorang ekspert, Amy menyatakan kebanggaannya. “Saya kira ini kesempatan bagus untuk mengenalkan Indonesia, apalagi di region selatan Rusia,” ungkapnya.

Sementara Regina, yang sedang belajar bahasa Indonesia, mengakui tantangannya. “Meskipun sulit, tapi saya sangat senang bisa menyanyikan lagu Indonesia,” ujar istrinya itu.

Vladimir Kasatkin, Ph.D, selaku penyelenggara dan kulturolog, mengapresiasi penampilan tersebut. “Penampilan Indonesia benar-benar memberikan warna yang berbeda pada festival kami,” tuturnya.

Vladimir, yang mendalami budaya Timur dan pernah melakukan penelitian di beberapa negara Asia, menyatakan ketertarikannya yang besar pada Indonesia.

“Saya tahu, Indonesia sangat kaya akan keragaman budaya, saya sangat tertarik untuk mempelajarinya. Kehadiran Amy di kota Rostov dapat menjadi pintu untuk mengenal lebih jauh tentang Indonesia, dan mendekatkan persahabatan Indonesia dan Rusia,” paparnya.

Potensi Kerjasama Budaya Indonesia-Rusia di Selatan Rusia

Kehadiran seorang ekspert media dan strategi seperti Amy Maulana dalam forum budaya ini menunjukkan konvergensi antara diplomasi publik dan kerja strategis.

Region selatan Rusia, dengan kota-kota seperti Rostov-on-Don, Krasnodar, dan Sochi, merupakan wilayah dinamis dengan minat seni yang tinggi.

Potensi kerjasama yang bisa dikembangkan meliputi pertukaran seniman (tari, musik, teater), festival budaya bersama, lokakarya batik atau kerajinan tradisional Indonesia, serta pengenalan kuliner Nusantara.

Institusi budaya seperti «Rostov-Dosug» dan teater «Leela» dapat menjadi mitra strategis untuk lembaga seperti ANO Center for Mediastrategi dan kedutaan Indonesia dalam menjangkau publik Rusia di luar Moskow dan Sankt Peterburg.

Kolaborasi semacam ini akan memperdalam pemahaman budaya, membangun narasi positif, dan secara konkret memperkuat ikatan people-to-people antara kedua bangsa. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like