Netanyahu, Penjahat Perang? Erdogan: Serangan Israel di Gaza Adalah Genosida

- Penulis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: ilustrasi serangan Israel di Gaza. (Sumber gambar: pinterest)

POV: ilustrasi serangan Israel di Gaza. (Sumber gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia kembali dikejutkan dengan tragedi di Gaza, Senin (25/8), Rumah Sakit Nasser jadi sasaran serangan Israel. Ledakan itu menewaskan sedikitnya 20 orang—mulai dari pasien, tenaga medis, hingga jurnalis yang tengah meliput.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung angkat suara. Dalam rapat kabinet di Provinsi Bitlis Timur, Erdogan dengan lantang menyebut Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu sebagai penjahat perang haus darah.

“Israel mengebom rumah sakit hari ini, menewaskan lima jurnalis, dan penjahat Netanyahu melanjutkan pembantaiannya di Gaza,” tegas Erdogan, dikutip dari Anadolu Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Erdogan, apa yang dilakukan Israel bukan sekadar serangan militer, tapi sudah masuk kategori genosida. Ia menyebut agresi brutal Israel sebagai upaya menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Mahasiswa NU di Tunisia Resmikan Komunitas “NU Book TN”, Siap Hidupkan Semangat Literasi

Media Saba juga mengutip Erdogan yang menegaskan, Netanyahu dan pemerintahannya “tanpa henti” menebar kekejaman.

Kecaman terhadap Israel ini tak hanya datang dari Turki. Sejumlah negara Arab, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania, juga menyuarakan hal serupa: Israel telah melakukan genosida di Gaza.

Jejak Hukum Internasional

Serangan ke fasilitas kesehatan jelas menambah daftar panjang dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel.

Dalam Konvensi Jenewa 1949, rumah sakit dan tenaga medis masuk dalam objek sipil yang wajib dilindungi. Menyerang mereka termasuk pelanggaran serius (grave breaches).

Lebih jauh, Statuta Roma 1998—landasan Mahkamah Pidana Internasional (ICC)—secara eksplisit menyebut penyerangan terhadap warga sipil, jurnalis, dan fasilitas kesehatan sebagai kejahatan perang (war crimes).

Dengan demikian, langkah Israel di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi bisa menjadi dasar tuntutan hukum internasional terhadap Netanyahu.

Baca Juga :  Wow! 187 Delegasi “Serbu” Myanmar, ASEAN Bahas Masa Depan Transportasi Asia Tenggara

Pantaskah Netanyahu Dicap Penjahat Perang?

Erdogan menegaskan, pembantaian yang terus berlangsung di Gaza sudah cukup untuk menyematkan label “penjahat perang” pada Netanyahu.

Desakan agar ICC turun tangan pun semakin kuat, seiring makin banyaknya bukti serangan yang menargetkan warga sipil.

Kini, pertanyaan besar menggantung: Pantaskah Benyamin Netanyahu dicap sebagai penjahat perang?

Bagi Erdogan, negara-negara Arab, dan jutaan warga dunia yang menyaksikan tragedi di Gaza, jawabannya mungkin sudah sangat jelas. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81
Dokumen Bocor Ungkap Aktivitas Intelijen Jepang di Rusia
Semarak HUT RI ke-81, KBRI Tunis dan PPI Tunisia Gelar Merdeka Summer Run & Clean The City
Indonesia Dorong BRICS Jadikan Kebudayaan sebagai Kekuatan Strategis
Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35
Perebutan Opini Publik di Rusia: Kampanye Hitam dan Krisis Oposisi Menjelang Pemilu
Milisi Kurdi Serang Garda Revolusi Iran, Teheran Mulai Diserang dari Dalam?
Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Dokumen Bocor Ungkap Aktivitas Intelijen Jepang di Rusia

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Semarak HUT RI ke-81, KBRI Tunis dan PPI Tunisia Gelar Merdeka Summer Run & Clean The City

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Indonesia Dorong BRICS Jadikan Kebudayaan sebagai Kekuatan Strategis

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:10 WIB