Joint Event, Program MIP Unwahas dan FORMAPOL Gelar Kuliah Umum dan Bedah Buku “Pasar Gelap Demokrasi”

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Baru-baru ini Program Magister Ilmu Politik (MIP) FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang sukses menggelar Kuliah Umum dan Bedah Buku “Pasar Gelap Demokrasi” karya Dr. Rofiq Mahfudz pada Sabtu, (19/4/ 2025).

Kegiatan yang digelar di Gedung D Pascasarjana Kampus Unwahas Sampangan Semarang, ini menghadirkan penulis langsung sebagai narasumber utama, serta sosok akademisi MIP sebagai pembanding, Dr. Ahmad Maulani.

Rofiq Mahfudz dalam buku yang merupakan hasil riset disertasinya, mengkritisi fenomena oligarki, praktik transaksional dalam pemilu, serta distorsi nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosok pengasuh Ponpes Ar-Rois Cendekia Ngaliyan Semarang yang juga Dosen UIN Walisongo Semarang itu menyoroti bagaimana demokrasi tidak lagi menjadi ruang partisipasi publik yang murni, melainkan telah disusupi kepentingan-kepentingan pasar gelap kekuasaan.

Sementara itu, Ahmad Maulani sebagai pembanding tak menampik adanya fenomena pasar gelap demokrasi sebagaimana tertuang dalam buku karya Rofiq, yang saat ini menjabat sebagai pengurus PWNU Jateng.

Baca Juga :  Kuliah di AS Tembus Rp 1,7 Miliar per Tahun! Dompet Mahasiswa Internasional Menjerit

“Kita tak menampik pasar gelap demokrasi ini. Semua tahu, faktanya memang seperti itu, yang terjadi, “ujar Ahmad Maulani.

Kendati demikian, sosok yang berpengalaman panjang sebagai staf khusus DPR RI ini mendorong mahasiswa untuk tetap optimis terwujudnya demokrasi yang substansial.

“Kuncinya adalah kita semua, harus tetap hadir mendorong adanya pendidikan politik bagi masyarakat, bagi generasi muda, “imbuhnya.

Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari mahasiswa, utamanya mahasiswa magister dan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lanjut (RPL).

Hadir pula dalam bedah buku, Kaprodi Ilmu Politik M. Nuh, S. Sos., M. Si., pengamat Pilkada Drs. Joko J. Prihatmoko, M. Si., akademisi Ilmu Politik Zudi Setiyawan, M. Si.

Diskusi yang dimoderatori Ketua Forum Mahasiswa Magister Ilmu Politik (FORMAPOL), Didik T. Atmaja, ini berlangsung dinamis. Banyak pertanyaan kritis dari peserta, yang sejatinya tak hanya membahas isi buku, tetapi juga relevansinya terhadap situasi sosial-politik kontemporer.

“Buku ini adalah karya fakta yang ditulis by riset, dan bukan karangan. Judul ” Pasar Gelap Demokrasi” memang bisa jadi menggambarkan situasi politik saat ini. Namun, kiranya masih ada asa untuk demokrasi Indonesia yang lebih substansif, “closing statemen yang dilontarkan Didik, menutup forum diskusi tersebut.

Baca Juga :  Selamat! Gorgonius Darsan dan Cristiano Natali Rahman Terpilih Pimpin IMKKAR Periode 2025/2026

Pada kesempatan itu, Dekan FISIP Unwahas, Dr. Ali Martin, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya akademik untuk mendorong diskursus politik yang lebih reflektif dan kritis.

“Melalui bedah buku ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami lebih dalam realitas demokrasi yang terjadi di balik layar institusi formal,” ujarnya.

Ali Martin juga menambahkan, isu pasar gelap demokrasi ini bisa dilanjutkan dalam diskusi perkuliahan magister yang saat ini telah berlangsung, usai libur lebaran 2025.

Acara yang dimulai pukul 13.00 wib itu, ditutup dengan penandatanganan buku oleh penulis, penyerahan sertifikat serta ucapan terima kasih. Kegiatan juga diisi ramah-tamah dan reorganisasi forum mahasiswa magister, FORMAPOL. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMPASS PAI UIN Sunan Kalijaga Kenalkan Pengurus Baru, Bawa Semangat Satu Ukhuwah!
Rifan Jerawut dan Natriyana Nde’e Terpilih Pimpin IMKKAR Raya Periode 2026/2027
Kuliah Terbuka Aqobah Kupas Isu LGBT dari Perspektif Fikih dan Hukum Negara
Riset Kampus Tak Boleh Cuma Berakhir di Jurnal, Kini Harus Pecahkan Masalah Nyata!
Bukan Makrab Biasa! Hellcom KPI Ajak Mahasiswa Jago Bicara dan Bikin Audiens Bergerak
Gawat! Mendikti Bilang: Kampus Jangan Hobi Buka Prodi Baru, Mending Dimerger!
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:23 WIB

HIMPASS PAI UIN Sunan Kalijaga Kenalkan Pengurus Baru, Bawa Semangat Satu Ukhuwah!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Rifan Jerawut dan Natriyana Nde’e Terpilih Pimpin IMKKAR Raya Periode 2026/2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Kuliah Terbuka Aqobah Kupas Isu LGBT dari Perspektif Fikih dan Hukum Negara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Riset Kampus Tak Boleh Cuma Berakhir di Jurnal, Kini Harus Pecahkan Masalah Nyata!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Makrab Biasa! Hellcom KPI Ajak Mahasiswa Jago Bicara dan Bikin Audiens Bergerak

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

KILAS GLOBAL

Gokil! Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Senin, 12 Okt 2026 - 15:28 WIB

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB