Rusia Kecam Serangan Udara Israel di Lebanon: Rumah Budaya Rusia Hancur, Ini Agresi Militer

SUARAMUDA.NET, NEW YORK — Dilansir dari TASS, Rusia melancarkan kecaman keras di forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait serangan udara Israel yang menghancurkan gedung Rumah Kebudayaan Rusia di Lebanon.

Wakil Tetap Wakil Rusia untuk PBB, Anna Evstigneeva, pada Selasa (11/3) di New York menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan agresi militer yang tidak dapat diterima.

“Kami dengan tegas mengutuk serangan ini, yang kami nilai sebagai aksi agresi militer terhadap sebuah lembaga yang beroperasi semata-mata untuk tujuan kemanusiaan dan pencerahan,” ujar Evstigneeva dalam sidang DK PBB (11/03/2026).

Ia merinci bahwa pada 8 Maret lalu, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan roket terarah ke sebuah gedung lima lantai di kota Nabatiah, Lebanon. Gedung tersebut, yang di lantai dasarnya beroperasi Rumah Kebudayaan Rusia, hancur total dalam insiden tersebut.

Rumah Kebudayaan Rusia di Nabatiah diketahui bekerja sama dengan badan federal Rossotrudnichestvo dan selama ini menjadi pusat promosi bahasa, budaya, serta proyek sosial-pendidikan Rusia bagi masyarakat Lebanon.

Evstigneeva menekankan bahwa fasilitas tersebut sama sekali bukan objek militer, sehingga serangan yang menyasar gedung ini merupakan pelanggaran norma hukum internasional.

Dalam pernyataan yang sama, diplomat Rusia itu juga menyoroti dampak serangan terhadap bangunan konsulat jenderal Rusia di Isfahan. Moskow, kata Evstigneeva, mengutuk semua bentuk serangan terhadap perwakilan diplomatik di mana pun terjadi.

“Kami mengutuk semua serangan terhadap perwakilan diplomatik di mana pun mereka berada,” tegasnya (11/03/2026).

Ia memperingatkan bahwa tindakan seperti ini tidak hanya menyalahi hukum internasional tetapi juga memperburuk eskalasi ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah.

Dengan membawa isu ini ke forum tertinggi DK PBB dan menyebutnya sebagai agresi militer, Rusia memberi sinyal kuat bahwa insiden ini akan terus menjadi sorotan di panggung internasional dan berpotensi memicu langkah-langkah diplomatik lebih lanjut. (Red)

 

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like