Thinkleaders Dorong Dialog Kritis Generasi Muda tentang Arsip, Hukum, dan Konstitusi melalui Forum di ANRI dan MKRI

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Komunitas kepemudaan Thinkleaders telah melaksanakan rangkaian kegiatan diskusi dan kunjungan edukatif ke Arsip Nasional Republik Indonesia dan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sebagai bagian dari program penguatan literasi konstitusi dan pemahaman kelembagaan negara di kalangan mahasiswa.

Kegiatan ini dirancang sebagai forum pembelajaran langsung yang menghubungkan aspek historis dan konstitusional dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Program tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Terbuka, Universitas Andalas, UPN Veteran Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, serta Universitas Persada Indonesia YAI.

Kehadiran peserta lintas kampus tersebut menciptakan ruang diskusi yang inklusif, mempertemukan beragam latar belakang akademik dan perspektif dalam membahas isu-isu kelembagaan negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemaparan komprehensif mengenai fungsi ANRI sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pelestarian arsip negara.

Penjelasan mencakup sistem klasifikasi arsip, perbedaan arsip dinamis dan arsip statis, mekanisme akuisisi arsip bernilai sejarah, hingga upaya preservasi dokumen penting negara.

Peserta juga mendapatkan gambaran mengenai peran arsip sebagai sumber data primer dalam penelitian kebijakan, sejarah pemerintahan, dan proses administrasi negara.

Pembahasan turut menyinggung transformasi digital dalam pengelolaan arsip, termasuk langkah-langkah digitalisasi dokumen untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan informasi publik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan Indonesia pasca reformasi.

Materi yang disampaikan mencakup kewenangan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945, penyelesaian sengketa kewenangan antar lembaga negara, pembubaran partai politik, serta perselisihan hasil pemilihan umum.

Peserta juga diperkenalkan pada tahapan proses persidangan konstitusi, mulai dari registrasi permohonan, pemeriksaan pendahuluan, pembuktian, hingga pembacaan putusan.

Penjelasan tersebut memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme kerja lembaga penjaga konstitusi dalam menjaga supremasi hukum dan kepastian konstitusional.

Founder Thinkleaders, Yassar Ramadhan Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan komunitas dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman langsung di institusi negara.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi lintas universitas dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen Thinkleaders untuk membangun ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif bagi mahasiswa.

Menurutnya, pemahaman terhadap sistem arsip dan konstitusi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran hukum dan wawasan kebangsaan.

Melalui pelaksanaan diskusi dan kunjungan ini, Thinkleaders menegaskan komitmennya untuk terus menginisiasi program-program edukatif yang memperkuat literasi konstitusi, pemahaman sejarah kelembagaan, serta kapasitas intelektual mahasiswa dalam membaca dinamika sistem ketatanegaraan Indonesia secara lebih menyeluruh dan terstruktur. (Red)

 

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like