Lautan Manusia Sambut Cheng Ho: Semarang Membara dalam Kirab Lintas Zaman

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Festival Ceng Ho, yakni event akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang pada 2025 dihelat untuk memperingati 620 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho ini di Semarang. (Sumber gambar: sindonews.com)

POV: Festival Ceng Ho, yakni event akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang pada 2025 dihelat untuk memperingati 620 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho ini di Semarang. (Sumber gambar: sindonews.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kota Semarang kembali membuktikan dirinya sebagai episentrum harmoni budaya.

Minggu pagi (27/7/2025), jalanan Kota Atlas disulap menjadi panggung akbar arak-arakan budaya saat ribuan warga memadati rute kirab memperingati 620 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho—tokoh legendaris yang menjadi simbol toleransi dan akulturasi di bumi Nusantara.

Kirab budaya Kimsin YS Sam Poo Tay Djien ini bukan sekadar napak tilas sejarah, melainkan perayaan hidup dari pluralisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

POV: Festival Ceng Ho, yakni event akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok yang pada 2025 dihelat untuk memperingati 620 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho ini di Semarang. (Sumber gambar: sindonews.com)

Dimulai tepat pukul 05.00 WIB dari Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, kirab melewati denyut jantung kota: dari Jalan Gang Pinggir, Pemuda, Tugu Muda, hingga Simongan—sebuah lintasan yang seakan menghubungkan masa lalu dan masa kini.

Baca Juga :  Buntut Perkara Es Teh, Gus Miftah Akhirnya Mundur sebagai Utusan Khusus Presiden

Tahun ini, festival semakin semarak. Lebih dari 15 klenteng dari berbagai penjuru Tanah Air turut ambil bagian, dengan sekitar 5.000 peserta mengenakan kostum ritual khas daerah masing-masing.

Barongsai, liong, genderang, dan dupa membaur dalam satu atmosfer sakral sekaligus meriah.

“Biasanya dua hari, sekarang dipadatkan jadi satu agar tetap maksimal meski dengan dana terbatas,” jelas Mulyadi Setiakusuma, pengelola Klenteng Sam Poo Kong.

Ia menambahkan, rute kepulangan pun didesain lebih atraktif: peserta berjalan kaki melewati kampung-kampung Pecinan untuk kembali ke Tay Kak Sie, menciptakan ruang interaksi langsung dengan masyarakat.

Baca Juga :  Solidaritas untuk Gamma: Pelajar-Alumni SMK se-Semarang Gelar Doa Bersama dan Desak Kepolisian Usut Tuntas!
Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng beserta Wakil Wali Kota Ir. H. Iswar Aminuddin, jajaran pengurus Klenteng Sam Poo Kong, dan juga tokoh Tionghoa di Semarang. (Foto: IG @keltanjungmas)

Antusiasme tak hanya datang dari peserta. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan komitmen kuatnya untuk mendukung gelaran ini lebih megah di tahun-tahun mendatang.

“Festival Cheng Ho ini bukan hanya perayaan budaya, tapi aset pariwisata dan diplomasi budaya. Tahun depan kami akan all out!” tegasnya.

Agustina juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan kawasan Semarang Lama—dari Pecinan, Kampung Melayu, hingga lingkungan Jawa—dalam skema besar pengembangan budaya kota.

Festival Cheng Ho bukan hanya milik etnis Tionghoa. Ia adalah milik Semarang. Milik Indonesia. Sebuah narasi hidup tentang keberagaman yang membaur, tanpa batas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabinet Prabowo Dirombak Lagi, Pratikno hingga Djamari Chaniago Tergeser
Mimpi Buruk Bangladesh Jadi Kenyataan, Indonesia Mengamuk 9-2
Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!
Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Kabinet Prabowo Dirombak Lagi, Pratikno hingga Djamari Chaniago Tergeser

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Mimpi Buruk Bangladesh Jadi Kenyataan, Indonesia Mengamuk 9-2

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Berita Terbaru

Foto: CNN Indonesia

KABAR NUSANTARA

Mimpi Buruk Bangladesh Jadi Kenyataan, Indonesia Mengamuk 9-2

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:10 WIB

Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebelum DPR mengumumkan proses pemberhentiannya dari jabatan Kapolri pada Kamis (1/10/2026)./ kompas.com

KABAR NUSANTARA

Akhirnya Kapolri Diganti, Simak!

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:56 WIB