Di KTT G20 Prabowo, Jinping dan Biden Bertemu: Bahas Apa ya?

- Penulis

Selasa, 19 November 2024 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2024 berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil. Rencananya pertemuan kepala negara, termasuk Presiden RI Prabowo Subainto, Presiden China Xi Jinping hingga Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, bakal berlangsung Senin (18/11/2024) waktu setempat dan Selasa (19/11/2024).

Namun apa yang akan dibahas?

Mengutip Reuters, pemanasan global yang jadi sumber malapetaka dunia saat ini akan dibahas secara luas. Reuters, mengatakan 20 negara ekonomi utama dunia itu harus mencapai konsensus mengenai pendanaan iklim, yang sebelumnya luput dibicarakan saat konferensi COP 2024, digelar pekan lalu di Baku, Ajerbaijan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kala COP29 berlangsung, negara-negara memang menyetujui tujuan mobilisasi ratusan miliar dolar AS untuk iklim.

Namun, negara-negara maju- yang pemimpinnya rata-rata berada di G20- memegang kendali keuangannya.

G20 menyumbang 85% dari ekonomi dunia. Mayoritas negara merupakan kontributor terbesar bagi bank-bank pembangunan multilateral yang membantu mengarahkan keuangan iklim.

“Sorotan tentu saja tertuju pada G20. Mereka menyumbang 80% dari emisi global,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Saya prihatin tentang keadaan perundingan COP29 di Baku dan meminta para pemimpin G20 untuk berbuat lebih banyak dalam memerangi perubahan iklim,” tegasnya.

Baca Juga :  Jangan Ragu, Hari ini Puasa Pungkasan, Besok Lebaran: Serentak!

“Sekarang-lah saatnya untuk kepemimpinan dengan memberi contoh dari negara-negara dengan ekonomi dan penghasil emisi terbesar di dunia.”

Hal sama juga dikatakan Kepala iklim PBB Simon Stiell. Ia menulis surat Sabtu yang memohon ke pemimpin G20 untuk bertindak atas pendanaan iklim, termasuk meningkatkan hibah untuk negara-negara berkembang dan memajukan reformasi bank-bank pembangunan multilateral.

PR COP29 dan Donald Trump
Secara rinci sebenarnya COP29 Baku masih menyisakan pekerjaan rumah. Ini, menurut para diplomat, akan menjadi inti negosiasi G20.

COP29 awalnya harus mengetok persetujuan setidaknya sampai US$1 triliun untuk penanganan krisis iklim.

Namun negara-negara kaya terutama Eropa melihatnya terlalu ambisius dan memberi syarat pencapaian akan hal tersebut.

Eropa mendesak perluasan basis kontributor pendanaan. Ini memasukkan beberapa negara berkembang yang kaya, seperti China hingga produsen minyak utama dunia di Timur Tengah.

“Eropa mendorong lebih banyak negara untuk berkontribusi dan negara-negara berkembang seperti Brasil menolak,” tambah sumber diplomat lainnya.

Baca Juga :  Tur ASEAN, Mengapa Xi Jinping Tak Kunjungi Indonesia Saat Perang Dagang dengan AS?

Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS, Januari 2025 nanti juga menjadi masalah lain.

Pemilihannya menimbulkan keraguan tentang seberapa banyak uang yang dapat dikumpulkan dunia untuk mengatasi perubahan iklim, mengingat kampanye Trump yang kontra kebijakan iklim.

Trump berencana untuk mencabut undang-undang iklim penting yang disahkan oleh Presiden Joe Biden yang akan lengser. Ini akan mempengaruhi pula penyelenggaraan COP30 di 2025 nanti di Brasil.

Isu Lain yang Dibahas

Perlu diketahui selain iklim, isu kemiskinan dan kelaparan global hingga reformasi lembaga dunia juga akan dibahas. Termasuk upaya menekan kekerasan di perang, seperti Rusia dan Ukraina.

Namun sayang tak ada pembahasan soal perang di Timur Tengah. Hingga berita diturunkan belum ada sumber yang menyebut perang Israel di Gaza-Lebanon akan dibahas khusus.

KTT G20 sendiri terdiri dari 19 negara dan satu blok. Antara lain, Afrika Selatan (Afel), AS, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan (Korsel), Meksiko, Prancis, Rusia, China, Turki, dan Uni Eropa (UE). (Red/ sumber: CNBC)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemilu 2029 Masih Jauh, Tapi Kok Golkar, PAN dan PKB Udah Kasih Dukungan ke Prabowo?
Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap
Kebangetan! Rp863 Miliar Ludes di Kasus Motor Listrik MBG, Ribuan Unit Malah Tanpa Baterai!
Golkar: Pileg, Pilpres, dan Pilkada Baiknya Digelar Terpisah!
Temuan MK: Gibran Tak Punya Ijazah SMA
150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia
Timnas Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pantang Menyerah Jadi Kunci
Aliansi Mahasiswa Probolinggo Siap Turun Lagi, Bawa Massa Lebih Besar
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Pemilu 2029 Masih Jauh, Tapi Kok Golkar, PAN dan PKB Udah Kasih Dukungan ke Prabowo?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Golkar: Pileg, Pilpres, dan Pilkada Baiknya Digelar Terpisah!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Temuan MK: Gibran Tak Punya Ijazah SMA

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

KILAS GLOBAL

Gokil! Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Senin, 12 Okt 2026 - 15:28 WIB

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB