Annas Bikin Kagum! Lulus S2 Unesa IPK 4,00, Koleksi 142 HKI—Auto Jadi Inspirasi Anak Muda

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kisah Annas Solihin ini bisa jadi definisi “no excuse, just do it”. Di tengah segala keterbatasan, ia justru melesat jadi salah satu lulusan terbaik S2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda Periode 118, awal Februari 2026.

Masuk Fakultas Ilmu Pendidikan, Annas nggak main-main. Ia sukses mengunci gelar magister dengan IPK sempurna: 4,00. Clean sweep!

Tapi perjalanan ke titik ini jauh dari kata mulus. Waktu masih S1 di kampus yang sama, Annas sempat kepepet masalah ekonomi. Alih-alih menyerah atau cuti kuliah, ia malah gas kerja jadi pembina pramuka di tiga sekolah sekaligus. Dari situ, ia kumpulkan biaya buat lanjut S2.

“Kalau saat itu saya menyerah, mungkin ceritanya beda. Kesulitan itu cuma minta kita lebih kreatif cari jalan,” kata Annas.

Masuk S2, ritmenya makin ngebut. Dari semester pertama, ia sudah tancap gas riset tesis. Bahkan, ia berhasil dapat pendanaan dari DPPM BIMA Kemendikti Saintek.

Nggak berhenti di situ, artikel ilmiahnya juga tembus jurnal Scopus Q1 pada Juni 2025—level yang nggak semua mahasiswa bisa capai.

Saking kerennya, Annas sebenarnya punya “jalur cepat” buat lulus tanpa sidang. Tapi ia justru pilih tetap ikut proses lengkap.

“Buat saya, kuliah itu bukan soal cepat lulus, tapi soal tuntas dan pantas,” ujarnya santai tapi dalem.

Produktif Banget: 142 HKI di Tangan!

Kalau soal karya, Annas juga nggak kaleng-kaleng. Sampai sekarang, ia sudah menerbitkan lebih dari 23 artikel jurnal nasional dan internasional. Plus, ia punya 142 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Gokil!

Namanya makin diperhitungkan di dunia riset pendidikan matematika. Dengan h-index 10 dan skor Sinta 88, pencapaian ini tergolong langka untuk level magister.

Salah satu inovasi paling standout dari Annas adalah pengembangan media pembelajaran berbasis etnopedagogi.

Ia mengangkat budaya lokal Madura—seperti Karapan Sapi—ke dalam pembelajaran matematika. Hasilnya? Materi jadi lebih relate dan dekat dengan kehidupan siswa SD.

Dan plot twist-nya belum selesai. Saat ini, Annas sudah lanjut lagi kuliah lewat program fast track, bahkan sebelum ijazah S2-nya resmi di tangan.

Dari kerja keras, konsistensi, sampai keberanian memilih proses, cerita Annas jelas bukan cuma inspiratif—tapi juga reminder kalau keterbatasan bukan alasan buat berhenti. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like