SUARAMUDA.NET, TUNIS — Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Tunisia berlangsung dengan penuh khidmat dan hangat melalui kegiatan yang diselenggarakan di KBRI Tunis, pada Jumat (20/3/2026).
Momentum ini menjadi ajang berkumpulnya masyarakat Indonesia di perantauan, mulai dari home staff KBRI, local staff KBRI, mahasiswa Indonesia, hingga diaspora Indonesia yang menetap di berbagai wilayah di Tunisia.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan KBRI Tunis telah dipenuhi oleh jamaah yang datang dengan penuh antusias.
Mereka mengenakan pakaian terbaik, mencerminkan semangat kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan.
Lantunan takbir yang menggema menambah suasana religius sekaligus menghadirkan nuansa lebaran yang khas meskipun berada jauh dari tanah air.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Shalat dipimpin oleh Nabayuth Haidar sebagai imam.
Dalam pelaksanaannya, para jamaah tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhidmatan, menjadikan momen tersebut sebagai refleksi spiritual atas perjalanan selama Ramadhan.
Kebersamaan dalam shalat Id ini juga menjadi simbol persatuan umat Islam Indonesia di Tunisia. Usai shalat Idul Fitri, acara dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi.
Dalam sambutannya, Zuhairi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia yang hadir.
Ia juga menekankan bahwa Perayaan ini harus kita jadikan sebagai refleksi diri untuk dapat kembali kepada fitrah kita sesungguhnya.
Zuhairi berharap agar seluruh masyarakat Indonesia di Tunisia dapat terus menjaga nama baik bangsa serta berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah Idul Fitri yang disampaikan oleh Abbas Hamonangan Harahap, Lc. Dalam Khutbahnya, ia mengangkat tema pembaharuan fitrah sebagai inti dari makna Idul Fitri.
Ia juga menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan seremonial, melainkan momentum untuk kembali kepada kesucian diri setelah melalui proses penyucian selama bulan Ramadhan.
“Id seharusnya menjadi titik awal bagi setiap individu untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadhan, seperti kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari ibadah yang dilakukan selama satu bulan, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai tersebut dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari setelahnya.
Setelah rangkaian ibadah dan ceramah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para hadirin saling bersalaman, bermaaf-maafan, serta berbincang santai satu sama lain.
Momen ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, terutama bagi mereka yang jauh dari keluarga di tanah air. Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan hadirnya hidangan khas lebaran Indonesia yang disajikan kepada para tamu.
Aneka makanan yang disuguhkan tidak hanya menjadi pelengkap acara, tetapi juga menghadirkan rasa nostalgia akan suasana lebaran di kampung halaman.
Hal ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam perayaan Idul Fitri di perantauan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia di Tunisia, mencerminkan keberagaman yang menyatu dalam satu semangat kebersamaan.
Tidak hanya sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jaringan sosial antarwarga Indonesia, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan.
Perayaan Hari Raya di KBRI Tunis ini menjadi bukti bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang untuk tetap merayakan hari besar keagamaan dengan penuh makna.
Kebersamaan yang terjalin menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan di antara warga Indonesia di luar negeri.
Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan peran KBRI sebagai pusat komunitas yang tidak hanya menjalankan fungsi diplomatik, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga negara Indonesia di perantauan.
Melalui perayaan ini, masyarakat Indonesia di Tunisia diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung, serta mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Momentum Idul Fitri pun tidak hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di mana pun berada.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, suasana Hari Raya di Tunisia terasa semakin hidup dan bermakna, menghadirkan kebahagiaan yang tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga secara kolektif oleh seluruh masyarakat Indonesia yang hadir. (Red)
Penulis: Muttaqin Hidayahtullah (Mahasiswa S1 University Of Tunis El-Manar)