Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$424,4 Miliar, Apa Penyebabnya?

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mata uang dolar AS. (gambar: pinterest)

Ilustrasi mata uang dolar AS. (gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Utang luar negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan pada kuartal III-2025 atau hingga akhir September 2025. Penurunan ini terutama dipicu melambatnya pertumbuhan ULN pemerintah akibat menurunnya aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN).

Bank Indonesia dalam Statistik Utang Luar Negeri (SULNI) mencatat posisi ULN Indonesia mencapai US$424,4 miliar, turun dari US$432,2 miliar pada kuartal II-2025. Secara tahunan, ULN juga turun 0,6%, berbalik dari pertumbuhan 6,4% pada kuartal sebelumnya.

ULN Pemerintah Melambat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ULN pemerintah pada kuartal III-2025 tercatat US$210,1 miliar, tumbuh 2,9% (yoy). Angka ini jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan 10,0% (yoy) pada kuartal II-2025.

Baca Juga :  Bambang Pacul Khawatirkan 'Cawe-cawe' Prabowo di Pilgub Jateng

BI menjelaskan, perlambatan ini terutama dipengaruhi kontraksi arus modal asing ke SBN domestik akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

ULN pemerintah digunakan untuk membiayai beberapa sektor, di antaranya:

  • Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial (23,1%)
  • Administrasi Pemerintah, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib (20,7%)
  • Jasa Pendidikan (17%)
  • Konstruksi (10,7%)
  • Transportasi & Pergudangan (8,2%)
  • Jasa Keuangan & Asuransi (7,5%)

Hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, dengan porsi 99,9%.

ULN Swasta Kembali Terkontraksi

ULN swasta pada periode yang sama mencapai US$191,3 miliar, turun dari US$193,9 miliar pada kuartal II-2025. Secara tahunan, ULN swasta terus menunjukkan kontraksi, dari 0,2% (yoy) menjadi 1,9% (yoy).

Baca Juga :  Adu Kritik KPAI Versus Gubernur Dedi Mulyadi Soal Siswa Nakal Digembleng di Barak Militer

Kontraksi ini dipengaruhi oleh:

  • ULN lembaga keuangan yang turun 3,0% (yoy)
  • ULN perusahaan non-keuangan yang turun 1,7% (yoy)

Sektor penyumbang ULN swasta terbesar meliputi Industri Pengolahan, Jasa Keuangan & Asuransi, Pengadaan Listrik & Gas, serta Pertambangan & Penggalian. Total pangsanya mencapai 81% dari keseluruhan ULN swasta.

Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun dari 30,4% pada kuartal II-2025 menjadi 29,5% pada kuartal III-2025. Selain itu, ULN jangka panjang mendominasi total ULN dengan porsi 86,1%.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga struktur ULN tetap sehat,” tulis BI dalam siaran persnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB