
SUARAMUDA.NET, NGANJUK — Para siswa dari SMA Tanjung Anom 1, SMA 1 Ngronggot, dan SMA Islam Baitul Izzah, antusias mengikuti hari kedua kegiatan “Traveling Vintage”, yakni inisiatif jelajah sejarah dan budaya di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kegiatan Traveling Vintage ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan peninggalan sejarah bagi generasi muda. Para peserta diajak menyusuri beberapa situs bersejarah di kota Nganjuk.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Candi Lor, kemudian dilanjutkan ke Museum dr. Soetomo yang menyimpan jejak perjuangan pahlawan nasional.
Selanjutnya, rombongan bertolak ke Candi Ngetos dan menjelajahi Masjid AL-Mubarok Berbek, yakni salah satu masjid bersejarah di Nganjuk.
Kunjungan terakhir ditutup di Museum Anjuk Ladang, tempat berbagai artefak dan informasi sejarah Nganjuk tersimpan.
Rombongan yang didomibasi para siswa itu dipandu langsung dua narasumber yang berasal dari Kabupaten Nganjuk.
Adalah mahasiswa sejarah dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang juga turut andil membantu menjelaskan secara historis tentang tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi.
Tercetus dari Sosok Sejarawan Lokal
Ide di balik kegiatan Traveling Vintage ini dicetuskan oleh Anna Nur Nita, seorang sejarawan dan pegiat budaya asli Nganjuk.
“Konsep dari kegiatan ini, saya terinspirasi semasa saya mengikuti kegiatan di Jember pada saat masih kuliah S1,” ungkap Anna.
“Kegiatan ini dirangkai dengan kegiatan jalan-jalan, mengelilingi beberapa tempat dan situs yang menyimpan cerita bersejarah lokal Kabupaten Nganjuk, dengan nuansa senang, seru dan edukatif”, imbuhnya.
Kegiatan Traveling Vintage mendapatkan dukungan langsung dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Kementerian Kebudayaan.
Dalam pelaksanaanya, berkolaborasi dengan dua Lembaga yakni Yayasan Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya serta Yayasan Studi Sejarah Kulit Pohon.
Sebagai upaya berbagi wawasan, Nganjuk yang akrab dijuluki “Kota Angin”, sesungguhnya menyimpan segudang peninggalan sejarah dan budaya yang tak ternilai.
Melalui kegiatan seperti Traveling Vintage ini, diharapkan akan lahir dan tumbuh inisiatif serupa yang berfokus pada pengenalan sejarah dan kebudayaan Nganjuk, khususnya bagi para generasi muda.
Ini adalah langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan mereka terhadap warisan leluhur. (Red)