Mengenal Tradisi “Open Punden” di Temanggung, Mampukah Dongkrak Wisata Umbul Jumprit?

- Penulis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Open Punden Temanggung (sumber foto: Antaranews.com)

Tradisi Open Punden Temanggung (sumber foto: Antaranews.com)

SUARAMUDA, SEMARANG — Tradisi “Open Punden” merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Temanggung, Jawa Tengah, yang rutin digelar setiap tanggal 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

Bertempat di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus bentuk syukur atas limpahan hasil bumi dan sumber mata air yang melimpah.

“Open Punden” secara harfiah berarti membuka atau merawat punden—tempat sakral yang dipercaya sebagai tempat tinggal roh leluhur atau tokoh adat terdahulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi ini diawali dengan kirab tiga gunungan yang berisi hasil bumi seperti sayur, buah, kopi, tembakau, dan nasi.

Gunungan ini diarak oleh warga sebagai lambang kemakmuran dan doa untuk keberkahan hidup.

Ritual Jamas Pusaka

Ritual penting lainnya adalah pengambilan air suci dari mata air Umbul Jumprit. Air tersebut diambil oleh remaja putri dan tokoh adat menggunakan kendi, lalu digunakan untuk jamasan atau pembersihan benda pusaka.

Prosesi ini ditutup dengan doa bersama dan perebutan gunungan oleh masyarakat, yang diyakini membawa berkah bagi yang mendapatkannya.

Selain nilai spiritual, “Open Punden” juga memiliki makna sosial dan ekologis.

Baca Juga :  Ratapan dari Kampung Kecil untuk Jakarta yang Terluka

Tradisi ini mempererat persaudaraan antarwarga serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam, terutama mata air Jumprit yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Didukung pemerintah setempat, “Open Punden” juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kearifan lokal Temanggung kepada khalayak luas.

Melalui pelestarian tradisi ini, masyarakat tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menyampaikan pesan tentang harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Ritual 1 Suro 2025

Dilansir Antaranews.com, masyarakat di lereng Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung menggelar tradisi “Open Punden” atau merawat leluhur untuk mendukung wisata Umbul Jumprit.

“Selain untuk mendukung sektor pariwisata, tradisi dengan mengambil air dari Umbul Jumprit ini merupakan wujud syukur masyarakat atas ketersediaan air yang melimpah, “kata Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Jumat.

Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung berebut gunungan yang terbuat dari hasil bumi berupa cabai, tomat, wortel dan sayur mayur.

Dalam tradisi “Open Punden”, mereka percaya dengan mendapat hasil gunungan ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi keluarga.

Baca Juga :  Sekjen Gerindra Ungkap Jawa Tengah Berpotensi Jadi 'Sarang Garuda', Bagaimana dengan Para Banteng?

Jadi Daya Tarik Wisata

Bupati Agus mendukung kegiatan tradisi ini karena dapat menjadi daya tarik pariwisata, terutama dalam konsep desa wisata berbasis kearifan lokal, di mana desa wisata memanfaatkan tradisi, adat dan budaya sebagai daya tarik utama.

“Kita sudah bekerja sama dengan pemdes dan pemerintah kecamatan dan penggiat wisata di Temanggung utara khususnya di Ngadirejo kita akan mengembangkan bersama wisata ini sehingga nanti salah satu destinasi yang menarik, dimana ketika ini destinasi yang menarik maka akan berpengaruh positif terhadap desa-desa sekitar di kawasan Jumprit,” katanya.

Kepala Desa Tegalrejo Wigati menyampaikan selain kirab gunungan dalam tradisi juga mengambil air di Umbul Jumprit menggunakan kendi.

Menurut dia, air adalah sumber kehidupan yang harus dilestarikan karena meski di musim kemarau berkepanjangan masyarakat Desa Tegalrejo dan sekitarnya tidak kekurangan air.

“Sumber air dari Umbul Jumprit ini tidak hanya dimanfaatkan warga sekitar Tegalrejo saja, tetapi desa-desa di sekitarnya juga memanfaatkan air dan semoga harapannya air dari Umbul Jumprit ini tetap lestari selama-lamanya,” katanya. (Red)

Referensi: Antaranews.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan
Puteri Anggraini Kurniawan Rilis Single ‘Drama Pagi’, Jadi Penyemangat di Tengah Hiruk-Pikuk Pekerjaan
Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal
Tantangan Kreator Pemula dan Pentingnya Cara Kerja Video Editing di Era Digital
150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia
Pantura Jateng Mau Dipagari Tanggul Raksasa, Tapi Bukan Cuma Beton!
Gali Lurus dari Jakarta, Ternyata Bisa Muncul di Kolombia! Kalau dari Papua, Tembus Mana?
PSHW TM Lamongan Turunkan 6 Pendekar di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026
Berita ini 54 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Puteri Anggraini Kurniawan Rilis Single ‘Drama Pagi’, Jadi Penyemangat di Tengah Hiruk-Pikuk Pekerjaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Tantangan Kreator Pemula dan Pentingnya Cara Kerja Video Editing di Era Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

KILAS GLOBAL

Gokil! Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Senin, 12 Okt 2026 - 15:28 WIB

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB