Kisah Raja Jawa dari Solo yang Menang Pertempuran dan Sukses Bikin Dinasti

- Penulis

Sabtu, 30 November 2024 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keraton Surakarta/ Ilustrasi: Pinterest

Keraton Surakarta/ Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Alam pikir kehidupan raja-raja Jawa tiga abad lalu masih melekat di lingkaran puncak elite kekuasaan di Indonesia saat ini.

Tak sedikit para elite masa kini memiliki pola kemiripan dengan Raja Jawa pendahulu.

Salah satu kemiripan dapat dilihat pada kisah hidup Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa yang eksis pada abad ke-18.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah mencatat tokoh satu ini selalu menang pertempuran dan punya kekuatan besar. Dia hanya sekali kalah, tapi kekalahan tersebut menambah kekuatannya.

Sebab, dia diberi hak mendirikan kerajaan baru, sehingga membentuk dinasti politik baru. Kelak, dia mendapat julukan Mangkunegara I, Raja Jawa dari Solo pemimpin Kesultanan Mangkunegaran.

Begini Kisahnya?

Adalah Raden Mas Said, yang merupakan Pangeran Jawa itu. Dia anak dari Pangeran Mataram (1719-1726), Arya Mangkunegara, yang dibuang VOC ke Sri Lanka saat Said berusia 2 tahun.

Karena alasan itulah, Said sangat membenci VOC dan Belanda, sehingga saat dewasa dia selalu memimpin pertempuran melawan kompeni sebagai wujud balas dendam.

Sejarawan Ricklefs dalam Samber Nyawa: Kisah Perjuangan Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Mangkunegara I (2021) menceritakan, pertempuran pertama Said terjadi pada 1744.

Kala itu, dia ikut perang bersama Raden Mas Garendi atau Amangkurat V (bertakhta, 1742-1743) dan kelompok Tionghoa melawan VOC yang dibantu Pakubuwana II (PB II) (bertakhta, 1726-1742).

Singkat cerita, Said yang berusia 19 tahun sukses memukul mundur VOC dan meruntuhkan kekuasaan PB II.

Kemenangan pertama ini membuat Said diangkat menjadi panglima militer.

Baca Juga :  Kabar Baik Buat 'Arek Suroboyo', RS Kemenkes Hadir di Surabaya!

Setelah menang, Said kembali harus menghadapi PB II dan VOC. Pada 1749, PB II menyerang kekuasaan Amangkurat V.

Namun, Said sukses kabur dan menjalin kerjasama dengan Pangeran Mangkubumi, anak Amangkurat IV dan saudara kandung PB II. Jalinan itu untuk balas dendam menyerang VOC.

Dari sini, Perang Suksesi Jawa ke-3 (1749-1757) berlangsung. Kedua tokoh elite Jawa, Said dan Mangkubumi, melawan Raja Jawa PB II yang didukung VOC. Perang pun berlangsung sengit.

Pada akhirnya, Said dan Mangkubumi sukses memukul mundur PB II dan VOC. Mangkubumi kemudian mengklaim sebagai Raja Mataram di Yogyakarta dan menamai dirinya sebagai Pakubuwana III.

Sementara itu, Said kembali diangkat menjadi panglima militer karena tak pernah kalah perang dan selalu garang.

Gubernur VOC, Nicolaas Hartingh, menyebut diangkatnya Said sebagai panglima militer membuatnya makin gagah, sekalipun punya badan kecil.

“Meski (Said) berperawakan kecil, semangat dan gairahnya terpancar dari matanya,” kata Nicolaas.

Meski begitu, kekuasaan baru ini diusik oleh VOC yang menunjuk Raden Mas Suryadi sebagai PB III.

Alhasil, ada dua orang sebagai PB III. Satu anti-VOC. Satunya lagi, pro-VOC. Maka, perang pun kembali terjadi.

Sejarawan Ricklefs dalam karya berbeda Sejarah Indonesia Modern (2004) menceritakan, perlawanan kali ini kembali membuat Belanda kocar-kacir.

Said terlalu kuat dikalahkan. Ketika ini terjadi, VOC melakukan intervensi lewat politik pecah-belah dan Perjanjian Giyanti.

Perjanjian itu memuat bagi wilayah Kerajaan Mataram di Surakarta dan Yogyakarta.

Mas Suryadi sah jadi Pakubuwana III di Surakarta. Lalu Mangkubumi diangkat menjadi penguasa Yogyakarta bergelar Sultan Hamengkubuwana I (HB I). Keduanya lantas bersekutu dengan VOC melawan Said.

Baca Juga :  Beda Strategi, Pasangan Andika-Hendi Tak Akan Gelar Kampanye Akbar

Pada titik ini, Said melawan VOC, PB III, dan HB I.

Meski dihajar ramai-ramai, Said tetap tak kalah. Malah dia mendapat julukan baru: Pangeran Sambernyawa yang merujuk besarnya kekuatan dan kesaktian. Hanya saja, kesaktian Said ada batas waktunya.

VOC kembali mengintervensi PB III dan HB I dengan mengadakan perundingan bersama Said.

Singkat cerita, perundingan membuat Said menyerah. Namun, dia diberi hak mendirikan dinasti baru di kota Solo.

Sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1996) menyebut Raden Mas Said diberi tanah dan hak politik berupa pendirian Kadipaten Mangkunegaran. Atas dasar ini, Said sah menjadi Raja Jawa bergelar Mangkunegara I.

Hanya saja, Mangkunegaran dan kedudukannya tidak kuat secara politik sebab posisinya berada di bawah Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Begitu pula wilayah kekuasaanya yang tak begitu besar. Meski begitu, Mangkunegaran memberikan Said kekuasaan yang diteruskan lintas generasi atau dinasti.

Said alias Mangkunegara I sendiri wafat 23 Desember 1795. Namun, kesultanan yang dipimpinya masih eksis hingga 10 generasi.

Kini, tiga abad setelah Raden Mas Said tiada, kisah hidupnya melekat dalam benak segelintir elite kekuasaan Indonesia modern.

Tentu saja, pertempuran masa kini bukan lagi fisik. Tapi, salah satunya, pertempuran di kontestasi Pemilihan Umum yang menentukan kekuasaan. (Red)

*) Artikel ini dikutip dari CNBC

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan
Puteri Anggraini Kurniawan Rilis Single ‘Drama Pagi’, Jadi Penyemangat di Tengah Hiruk-Pikuk Pekerjaan
Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal
Tantangan Kreator Pemula dan Pentingnya Cara Kerja Video Editing di Era Digital
150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia
Gali Lurus dari Jakarta, Ternyata Bisa Muncul di Kolombia! Kalau dari Papua, Tembus Mana?
PSHW TM Lamongan Turunkan 6 Pendekar di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026
Rafty Raf Rilis Single Kedua ‘Cinta Dia & Dirimu’, Bawa Kisah Cinta yang Datang di Waktu yang Salah
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Puteri Anggraini Kurniawan Rilis Single ‘Drama Pagi’, Jadi Penyemangat di Tengah Hiruk-Pikuk Pekerjaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Tantangan Kreator Pemula dan Pentingnya Cara Kerja Video Editing di Era Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:15 WIB

150 Tahun Batik Gan: Dari Rumah di Pekalongan, Menembus Museum Dunia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (The Nation)

KILAS GLOBAL

Gokil! Trump Mau Ganti Nama Samudra Atlantik Jadi Samudra Trump

Senin, 12 Okt 2026 - 15:28 WIB

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB