
SUARAMUDA – detikjateng, Selasa (10/9/2024) mengangkat kisah video viral siswa SMA di Kebumen yang patungan untuk membelikan sepeda bagi salah seorang temannya menuai beragam pujian di media sosial.
Dalam artikelnya, ditulis bahwa siswa tersebut dibelikan sepeda lantaran selama ini jalan kaki ke sekolah sehingga kerap terlambat masuk kelas.
Diketahui, aksi keren itu dilakukan oleh para siswa SMA N 1 Karanganyar Kebumen dan diabadikan dalam video berdurasi 53 detik. Video tersebut kemudian diunggah oleh akun TikTok @sriharyati999 pada Minggu (8/9/2024).
Dalam unggahannya, sang pemilik akun memberikan keterangan bahwa iuran itu dilakukan oleh siswa-siswi kelas X-10 untuk membelikan sepeda kepada salah satu siswa bernama Romsi (15). Dan diketahui, Romsi sendiri setiap hari berjalan kaki untuk berangkat ke sekolah meski kadang-kadang juga nebeng kendaraan teman.
“Sepeda untuk Romsi. Anak-anak kelas X-10 bahu membahu membelikan sepeda untuk temannya yang ke sekolah jalan kaki. Kalian keren Bu Guru banyak belajar dari kalian,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Dalam video itu, tampak para siswa berkumpul di tengah lapangan sekolah. Sebelum menyerahkan sepeda kepada Romsi, salah satu perwakilan siswa, Reza (15) nampak memegang erat tangan Romsi sembari mengatakan bahwa teman-teman peduli kepada Romsi karena sudah menjadi satu keluarga dan membelikan sepeda untuk ke sekolah.
“Kita peduli sama kamu Rom, karena kamu sering telat. Kamu berangkat sekolah naik apa? Nebeng kalau nggak jalan kaki kan. Ya kita belikan sepeda untuk kamu buat ke sekolah,” ucap Reza dalam video tersebut.
Reza pun kemudian memegang pundak Romsi dan mengajaknya untuk mengambil sepeda berwarna hitam merah yang telah disiapkan, diiringi riuh tepuk tangan dan sorak sorai siswa lain.
Dengan malu-malu dan bercampur bahagia, Romsi pun kemudian mengayuh untuk menjajal sepeda barunya itu membelah kerumunan teman-temannya.
Sang pengunggah video, Sri Haryati yang tak lain adalah wali kelas X-10 membenarkan bahwa video viral tersebut dirinya yang merekam. Sebagai wali kelas, ia merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh anak didiknya.
“Saya mengunggahnya hari Minggu (8/9/2024) sore, kalau pemberian sepedanya dilakukan hari Senin sebelumnya tanggal 2 September sore pas pulang sekolah. Yang merekam saya sendiri,” kata Sri Haryati, seperti ditulis detikjateng, Selasa (10/9/2024).
Unggahan itu pun kemudian viral dan hingga kini ditonton lebih dari 179 ribu kali serta dibanjiri ribuan komentar pujian. Aksi keren dan mengharukan itu membuat Sri Haryati bangga.
“Saya bangga sekali, saya terharu. Ini saya jadi wali kelas kan baru beberapa minggu di kelas ini. Saya pernah bilang ke mereka bahwa kita itu keluarga dipertemukan di sini untuk menjalin hubungan keluarga. Kalau ada yang sakit ya sakit semua bahagia satu bahagia semua gitu. Ternyata sama anak-anak itu sampai ke hati mereka,” sambungnya.
Sri Haryati menyebut, dari 36 siswa di kelasnya, Romsi termasuk anak yang pendiam dan pemalu. “Anaknya kalau di kelas itu cenderung pendiam, pemalu,” imbuhnya.
Sementara itu, Romsi Saputro (15) yang tinggal di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar menuturkan jika ia tak menyangka teman-temannya bakal membelikan sepeda untuk dirinya. Memiliki teman-teman yang baik membuatnya sangat bersyukur dan berterimakasih.
“Masih nggak nyangka, kaget dan terharu. Terima kasih buat teman-teman semuanya,” tutur Romsi.
Sekolah dengan Berjalan Kaki
Romsi mengakui, dirinya memang setiap hari berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki lantaran tak punya kendaraan sendiri. Bapaknya yang hanya bekerja sebagai buruh tani dan ibunya yang hanya sebagai ibu rumah tangga tak mampu membeli sepeda motor, sehingga Romsi terpaksa harus berjalan kaki dari desanya yang berjarak lebih dari 5 kilometer.
“Iya bener jalan kaki, karena nggak punya kendaraan sama sekali angkot juga nggak ada. Di rumah bapak ibu juga nggak ada kendaraan,” lanjutnya.
Ide awal iuran untuk membeli sepeda tersebut dibeberkan oleh ketua kelas X-10, Panji (15). Saat itu, wali kelas mengundang anak-anak ke rumahnya untuk merayakan ulang tahun.
Ketika hendak pulang, Romsi yang rumahnya jauh terpaksa harus jalan kaki lantaran tak punya kendaraan. Namun salah satu temannya, Ilyas (15) mengetahuinya dan akhirnya memboncengkan Romsi diantarkan sampai ke rumahnya.
Pagi harinya, Ilyas bercerita kepada teman-teman yang lain kalau ternyata rumah Romsi jauh di gunung dan jalannya susah. Akhirnya teman-temannya sadar jika selama ini ternyata Romsi jalan kaki saat berangkat dan pulang sekolah.
Kebetulan, waktu itu Romsi datang ke sekolahnya terlambat. Akhirnya teman-teman sekelasnya berinisiatif menggalang dana dengan iuran untuk membelikan sepeda untuk Romsi.
“Iya, idenya dari teman-teman. Jadi kemarin itu pas pulang dari rumah wali kelas ada yang nganterin ke rumah Romsi jauh. Terus kalau Romsi berangkat sekolah itu jalan kaki. Saya dan teman-teman berinisiatif iuran untuk beli sepeda buat Romsi karena sering telat,” ucapnya. (Red)