Jika Sekolah WFH, Gimana Nasib Makan Bergizi Gratis? Tetap Dapat atau Malah Skip?

Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis di sekolah dasar (foto: tempo.co)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Wacana work from home (WFH) yang bakal diterapkan seminggu sekali di instansi pemerintah ternyata mulai “merembet” ke dunia sekolah.

Tapi, muncul satu pertanyaan penting: kalau siswa belajar dari rumah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih jalan nggak sih Jawabannya? Belum tentu.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dengan tegas bilang kalau distribusi MBG itu fix berbasis kehadiran siswa di sekolah. Jadi, konsepnya simpel: datang ke sekolah lalu dapat makan. Kalau enggak datang, ya nggak dapat.

“Penyaluran MBG itu berbasis menu segar dan kehadiran penerima manfaat di lokasi, yaitu sekolah,” jelas Dadan.

Kenapa harus di sekolah? Karena menu MBG ini bukan makanan instan—melainkan makanan segar yang butuh distribusi cepat dan tepat. Jadi, sekolah jadi titik paling ideal biar kualitas tetap terjaga dan programnya efektif.

Artinya, kalau nanti ada hari WFH atau belajar dari rumah, kemungkinan besar MBG bakal off dulu. Sampai sekarang, pemerintah juga belum kasih bocoran soal skema alternatif buat kondisi ini.

Di sisi lain, pemerintah memang lagi serius mengkaji kebijakan WFH minimal satu hari per minggu. Tujuannya? Nggak lain buat efisiensi energi, apalagi di tengah gejolak global kayak naiknya harga minyak dunia.

Kebijakan ini tinggal tunggu lampu hijau dari Prabowo Subianto dan bakal diumumkan oleh Airlangga Hartarto.

Tapi tenang, nggak semua sektor bakal kena WFH. Layanan publik dan pekerjaan yang butuh kehadiran fisik tetap jalan seperti biasa.

Jadi, kalau WFH benar-benar masuk ke sekolah, siap-siap aja: belajar bisa dari rumah, tapi makan gratisnya… bisa jadi ikut libur juga. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like