Rakyat Sudah Sulit dari Dulu, Kini Prabowo Bilang: “Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan”

Presiden Prabowo Subianto. (CNN Indonesia)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Ketika harga kebutuhan pokok terus merangkak naik dan nilai tukar rupiah makin tertekan, Presiden Prabowo Subianto justru mengingatkan rakyat Indonesia agar bersiap menghadapi kesulitan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menanggapi dampak konflik global, terutama perang di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Masalahnya, bagi sebagian masyarakat, kata “bersiap menghadapi kesulitan” terdengar agak terlambat. Sebab, banyak yang merasa kesulitan itu sudah datang jauh sebelum peringatan tersebut disampaikan.

Dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (9/3), Prabowo mengatakan pemerintah tidak akan menutup mata terhadap tantangan global yang sedang terjadi.

“Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” kata Prabowo.

Ia menilai konflik di berbagai wilayah dunia, terutama Timur Tengah, bisa berdampak pada ekonomi global dan akhirnya ikut dirasakan oleh Indonesia.

Namun Presiden tetap optimistis. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tekanan tersebut, selama masyarakat tetap bersatu.

“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” ujarnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi kunci untuk keluar dari berbagai krisis global.

“Bersatu kita kuat, bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan, kita akan keluar dari semua krisis,” tambahnya.

Sementara itu, di luar ruang pidato, realitas ekonomi terus memberi sinyal keras. Gejolak geopolitik global telah mendorong kenaikan harga energi dunia, sementara nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (9/3) dilaporkan menembus angka Rp17.000 per dolar AS.

Bagi banyak warga, situasi ini terasa seperti pengumuman resmi atas sesuatu yang sebenarnya sudah lama mereka rasakan: hidup memang sedang tidak mudah.

Kini, pemerintah hanya memastikan satu hal — kemungkinan ke depan bisa lebih sulit lagi? (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like