Konsisten Sejak Kecil, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Temukan Jalan Prestasi di Panahan

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Perjalanan Lintang Ayoedya Koesworo, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), di dunia panahan menunjukkan bahwa konsistensi sejak dini bisa membawa seseorang pada berbagai pencapaian.

Ketertarikan yang ia bangun sejak sekolah dasar terus berkembang hingga membawanya meraih prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Lintang pertama kali mengenal olahraga panahan saat duduk di kelas 3 SD melalui pelajaran olahraga di sekolah. Saat itu, panahan masih sebatas pengenalan cabang olahraga.

Seiring berjalannya waktu, minatnya semakin kuat dan membuatnya mulai menekuni panahan dengan serius sejak kelas 4 SD.

“Awal kenal panahan aku kenal di kelas 3 SD, itu karena dulu dikenalin sama guru olahragaku buat menuhin kuota waktu Popda,” kata Lintang.

Dalam perjalanannya, dukungan keluarga selalu menyertai, meski sempat ada keraguan. Ayah Lintang awalnya merasa khawatir karena mengira anaknya akan mudah bosan, mengingat sebelumnya Lintang pernah mencoba beberapa olahraga lain.

Kegigihan dan konsistensi dalam berlatih panahan justru membuktikan bahwa ia benar-benar serius.

“Dulu Ayahku sempet mikir setelah Popda itu aku ga bakal lanjut, tapi setelah seminggu ga latihan aku sendiri tanya ke Ayah. Ayah yang ragu, soalnya biasanya di olahraga lain aku cepat bosan anaknya,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, panahan bukan lagi sekedar hobi bagi Lintang. Ia mulai aktif mengikuti beberapa kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional, seperti Kejurnas Junior 2023, Sirprov 2025, Porprov, dan Pomnas 2025.

Dari kejuaraan-kejuaraan tersebut, Lintang berhasil meraih sejumlah prestasi, termasuk juara di nomer 1 individu, beregu, mix team, dan berhasil meraih medali emas cabor panahan di kejuaraan Pomnas 2025.

Ketertarikan Lintang pada panahan juga dipengaruhi oleh target yang ia miliki. Sejak awal, ia mengakui memiliki keinginan untuk bisa melangkah hingga level tertinggi. “Karena liat orang-orang di Olimpiade, aku ada target untuk ke Olimpiade,” katanya.

Untuk menghadapi kejuaraan, Lintang menjalani latihan fisik dan mental secara rutin. Latihan dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti lari, push up, sit up, dan plank.

Sementara itu, kesiapan mental ia bangun melalui latihan tanding bersama rekan-rekan agar terbiasa menghadapi tekanan saat bertanding. “Fisik dulu lalu ke mental,”

“Untuk fisik aku ngelakuinya lari, plank, push up, sit up. Untuk mental kita harus sering-sering sparing aja sama temen dan mindset di atur biar kalau lagi latihan tuh tegangnya seolah-olah kita lagi lomba biar nanti saat di lombanya kita santai,” jelasnya.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu berjalan lancar. Lintang sempat mengalami kondisi tubuh yang kurang fit dan sakit menjelang pertandingan. Meski demikian dengan tekat dan usaha, ia mampu bangkit dan tetap tampil maksimal.

Bagi Lintang, prestasi bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang proses panjang yang membentuk kedisiplinan, mental, dan sikap.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, ia juga harus membagi waktu antara kuliah dan latihan. Ia mengaku bersyukur karena mendapat dukungan dari Universitas Semarang, terutama terkait kemudahan perizinan akademik.

“Dukungan di izin, Alhamdulilah untuk izin kuliah sudah dipermudah,” ujarnya.

Ke depan, Lintang Ayoedya Koesworo berharap dapat terus berkembang di dunia panahan, mendekatkan diri pada target besarnya, serta membawa nama Universitas Semarang melalui prestasi yang ia raih. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like