Mengenal Arisan: Tradisi Sosial yang Sarat Makna

POV: Arisan warga Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. (dok. istimewa)

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Arisan merupakan salah satu tradisi sosial yang telah lama melekat dalam budaya masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya, arisan adalah kegiatan mengumpulkan sejumlah uang atau barang dari anggota kelompok dalam periode waktu tertentu, kemudian hasil kumpulan tersebut diundi dan diberikan kepada salah satu anggota.

Kegiatan ini dilakukan secara bergilir hingga semua anggota memperoleh giliran. Meskipun sederhana, arisan bukan sekadar soal uang, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial di antara pesertanya.

Dalam pelaksanaannya, arisan biasanya diadakan secara rutin, baik mingguan, bulanan, atau sesuai kesepakatan. Pesertanya pun bisa terdiri dari keluarga, tetangga, rekan kerja, atau teman-teman dekat.

Selain menjadi cara untuk menabung secara kolektif, arisan juga sering dimanfaatkan sebagai ajang bersilaturahmi dan berbagi cerita antaranggota.

Studi Kasus di Perumahan Korpri, Sukoharjo

Ambil contoh, arisan di lingkungan Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, sehingga turut memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas.

POV: Arisan warga Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. (dok. istimewa)

Bertempat di kediaman alm Kasino, Blok I Nomor 4 Kelurahan Gayamsari, arisan sebagai ajang kebersamaan lintas agama, hingga status sosial berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025 lalu.

Dibuka oleh pemandu acara (MC), acara diawali dengan sambutan-sambutan, mulai dari shohibul bait, sambutan pengurus RT sebagai tangan panjang pemerintah di akar rumput, hingga santap bersama hidangan yang disuguhkan tuan rumah.

Matur nuwun atas kerawuhan panjenengan sedoyo, lan nyuwun ngapunten mbok menawi papan panggonan ipun entene namung kados mekatene mawon (terima Kasih atas kehadirannya,, dan mohon maaf, tempatnya seadannya saja) “ujar Kemi, mewakili tuan rumah kepada anggota arisan yang hadir.

Meski sederhana, para anggota cukup menikmati sajian yang diberikan tuan rumah. Terlebih, esensi arisan adalah membangun kebersamaan serta mempraktikkan gotong-royong sebagai identitas bangsa kita. Bukan suguhan makan-makan.

Arisan juga ajang penyampaian informasi kepada lapisan masyarakat. Dari kegiatan arisan dan kumpul-kumpul itulah, beragam gagasan muncul dari arus bawah. Dari komunitas masyarakat di level paling bawah.

Perkuat Tali Silaturahmi

Mereka bisa menyuarakan ide, ‘uneg-uneg’, dan aspirasi masing-masing, hingga menggelorakan beragam kegiatan seperti agenda semarak HUT Sukoharjo, HUT RI, dan lainnya.

Secara prinsip dasar, esensi arisan tetaplah sama, yaitu semangat gotong royong dan kebersamaan. Di dalamnya berisi sharing informasi, jalinan komunikasi antaranggota, hingga yang jauh lebih penting: saling mempererat tali silaturahmi.

Soal besaran uang arisan hanyalah sarana, yang sifatnya mengikat dan menjadi daya tarik. Dengan segala manfaatnya, arisan tetap relevan sebagai salah satu bentuk solidaritas masyarakat di Indonesia.

Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, arisan mencerminkan nilai-nilai sosial seperti kepercayaan, tanggung jawab, dan kepedulian antarsesama.

Oleh karena itu, arisan, termasuk yang belum lama berlangsung di lingkungan Perumahan Korpri, RT 03 RW 12 Kelurahan Gayamsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, bukanlah sekedar tradisi turun-temurun. Tetapi, juga warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. (Red)

Penulis: Ahmad Zuhdy Alkhariri

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like