
SUARAMUDA, KABUPATEN SEMARANG — Salah satu desa wisata unggulan yang memiliki karakteristik unik adalah Desa Samirono di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Dikatakan unik, karena desa ini diketahui menjadikan energi baru terbarukan sebagai daya tarik wisatawan untuk para pengunjung.
Dengan lokasi yang berada di lereng Gunung Merbabu, sedikitnya ada 135 rumah warga penghuni desa yang memanfaatkan biogas untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
Kepala Desa Samirono Slamet Juriono dalam gelaran Samirono Fest 2024 mengatakan bahwa warganya telah lama meninggalkan gas elpiji dan beralih ke biogas.
Dikatakan Juriono, mereka mengatakan sangat ramah lingkungan dan menekan pengeluarannya. Adapun Juriono memyampaikan kalau biogas tersebut berasal dari kotoran hewan ternak seperti sapi, ayam, dan babi serta limbah.
“Selanjutnya diolah dan disalurkan ke rumah-rumah warga. Kekuatan biogas juga stabil sehingga warga aman dan nyaman menggunakan,” ujar Juriono, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (2/10/2024).
Desa Wisata Terbaik Nasional
Selain pemanfaatan biogas, wisatawan juga bisa belajar mengolah susu, wisata agro, dan pemanfaatan sampah.
“Di tahun 2024 ini, kami bisa meraih penghargaan 300 desa wisata terbaik di Indonesia dan tujuh besar di tingkat Jawa Tengah,” kata Juriono.
Dia menambahkan, Samirono Fest 2024 bertujuan untuk semakin mengenalkan potensi wisata yang dimiliki. Karena selain menampilkan UMKM, juga ada seni tradisi yang dipertunjukkan.
“Dengan demikian seluruh potensi dari berbagai sektor bisa dimaksimalkan,” paparnya
Sementara itu Calon Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan dukungannya untuk pengembangan desa wisata.
“Saat ini di Kabupaten Semarang ada 75 desa wisata, yang kemarin karena Covid-19 ada yang stagnan dan ada yang terus berkembang. Dan Samirono ini termasuk yang berkembang, bahkan hari ini kunjungan SMA dari Jakarta sebanyak 250 orang,” ujarnya.
Ngesti menilai, Samirono mampu mengolaborasikan potensi alam, pemanfaatan limbah, serta kekayaan di pertanian.
“Agro buah-buahan yang dikembangkan pasti akan semakin menarik bagi kunjungan wisatawan. Mereka bisa memetik sendiri durian, jeruk, atau mangga. Ini didukung cuaca yang sejuk khas pegunungan,” ungkapnya. (Red)