
Bandung- Pemetaan relawan kebencanaan di wilayah terdampak gempa di Garut dan Bandung terus dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh korban dan daerah terdampak tercatat dengan baik. Hingga saat ini, sebanyak 35 lembaga relawan telah melaporkan partisipasi mereka, dengan total jumlah personil sebanyak 479 orang. Upaya ini bertujuan untuk memastikan tidak ada korban atau wilayah terdampak yang terlewatkan dalam proses penanggulangan bencana. Rabu, 25/9/2024.
Relawan-relawan yang tersebar di berbagai titik bencana membantu proses pencatatan dan pendataan warga yang terdampak. Mereka juga berperan dalam menyalurkan bantuan darurat, melakukan evakuasi, serta memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak terpantau dengan baik. Koordinasi ini diharapkan mempercepat proses distribusi bantuan dan pemulihan pascabencana.
Dalam perkembangan terbaru, salah satu relawan melaporkan adanya kejadian longsor di Kampung Pasir Tumenggung, RT 01/RW 08, Desa Karangtunggal, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Longsor terjadi pada hari Rabu, 25 September 2024, sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan, sebanyak 16 jiwa terdampak akibat kejadian ini, dan 4 rumah mengalami kerusakan. Saat ini, para relawan bekerja keras untuk mengevakuasi warga terdampak dan memastikan keselamatan mereka.
Koordinator relawan kebencanaan menyatakan bahwa pemetaan ini akan terus diperbarui seiring dengan berkembangnya situasi di lapangan. “Dengan adanya sistem pemetaan ini, kita dapat memastikan bahwa setiap daerah terdampak bencana dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Tujuan utamanya adalah agar tidak ada korban yang terlewatkan,” ujar salah seorang relawan di lapangan.
Pemerintah daerah Garut dan Bandung bekerja sama dengan relawan dan lembaga terkait untuk terus memantau situasi, mengantisipasi potensi bencana susulan, serta memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi.
Informasi terkini, pada jam 21.23 WIB tadi malam masih terjadi gempa susulan 2,1 Magnitude di 39 KM Barat Daya Kabupaten Bandung. Pusdalops BPBD Bandung juga meminta para relawan untuk nanti jam 4 sore bisa hadir dan absen untuk evaluasi.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi pengungsi gempa Bandung di posko Lapangan Bola Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari. Dirinya menyampaikan bahwa peristiwa ini mendapatkan perhatian besar dari Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. “Presiden (Jokowi) dan presiden terpilih (Prabowo) punya perhatian yang sangat besar dalam penanganan bencana seperti ini. Dan Kementerian Sosial telah menyalurkan berbagai bantuan dalam beberapa tahap dengan total mencapai Rp 3,05 miliar.” kata Gus Ipul di lokasi, sebagaimana dilansir dari siaran pers.