
SUARAMUDA — Kemeriahan Raimuna Daerah XIV Jawa Barat 2024 semakin terasa pada malam kedua, saat para peserta dari berbagai kontingen dijamu dengan hiburan istimewa dari Kang Doel, musisi lokal kebanggaan Jawa Barat, Senin (16/9/2024).
Bertempat di panggung utama perkemahan Raimuna yang diadakan di Bumi Perkemahan Jatinangor, penampilan Kang Doel menjadi sorotan dan sangat dinanti-nantikan oleh para pramuka penegak dan pandega yang hadir dari seluruh penjuru Jawa Barat.
Kang Doel tampil energik dan penuh semangat, membawakan 6 lagu yang membius para peserta Raimuna. Dengan gaya khasnya, ia menyajikan musik yang memadukan unsur tradisional Sunda dengan sentuhan modern, membuat suasana malam itu menjadi begitu hangat dan penuh keakraban.
Berikut adalah daftar lagu yang dibawakan oleh Kang Doel:
1. Ai
Lagu “Ai” menceritakan tentang seseorang yang merasakan kekesalan atau keheranan terhadap orang lain yang sering kali melakukan hal-hal yang tidak masuk akal atau menyebalkan.
Kata “Ai” sendiri dalam bahasa Sunda sering digunakan untuk mengungkapkan rasa terkejut atau heran. Lagu ini memiliki nada humoris, dengan lirik yang menyoroti perilaku aneh dari orang di sekitarnya, sambil tetap memberikan kritikan sosial tentang kebiasaan dan sifat manusia.
2. Runtah
“Runtah” dalam bahasa Sunda berarti “sampah.” Lagu ini menggambarkan perasaan rendah diri atau tidak dianggap, seperti halnya sampah yang sering kali diabaikan atau tidak dihargai.
Lirik lagu ini penuh dengan ungkapan-ungkapan tentang seseorang yang merasa dirinya tidak bernilai di mata orang yang dicintainya. Lagu ini juga memiliki unsur perenungan tentang harga diri dan bagaimana seseorang harus tetap menghargai diri meski tidak diakui oleh orang lain.
3. Kalau Bulan Bisa Ngomong
Lagu ini memiliki tema romantis dan imajinatif. Dalam lagu ini, Doel Sumbang menggambarkan sebuah perasaan cinta yang mendalam dengan bayangan bahwa bulan pun bisa ikut berbicara dan menyampaikan perasaan cinta yang dirasakan oleh seseorang.
Liriknya memadukan unsur keindahan alam (bulan) dengan perasaan romantis, menjadikannya lagu yang puitis dan emosional. Bulan di sini menjadi simbol perasaan yang ingin diungkapkan tetapi sulit disampaikan langsung kepada sang kekasih.
4. Kali Mera Athena
“Kali Mera Athena” mengambil judul dari ungkapan bahasa Yunani yang berarti “Selamat Pagi Athena.” Lagu ini bercerita tentang kekaguman seseorang terhadap keindahan kota Athena di Yunani, dan juga menggambarkan keinginan untuk merasakan suasana cinta di tempat yang indah tersebut.
Lagu ini menunjukkan kemampuan Doel Sumbang untuk menggambarkan suasana romantis di tempat yang jauh, dengan sentuhan nostalgia dan impian yang dirindukan.
5. Mumun
“Mumun” adalah lagu yang sangat kocak dan penuh humor, menceritakan kisah cinta seorang lelaki yang tergila-gila kepada seorang gadis bernama Mumun. Lagu ini mengandung unsur komedi, di mana sang lelaki selalu merasa cemburu dan kesal dengan orang-orang yang mendekati Mumun.
Meskipun memiliki tema cinta, lagu ini dibawakan dengan nada ringan, memperlihatkan bagaimana kecemburuan dan keinginan untuk memiliki seseorang bisa menjadi lucu dan menggelitik.
6. Lamun Lain Teteh Awewena
Lagu ini adalah ungkapan kasih sayang yang kuat dari seseorang kepada seorang wanita yang dia sebut “Teteh.” Dalam lagu ini, Doel Sumbang mengungkapkan bahwa jika bukan karena Teteh (wanita yang dia cintai), dia mungkin tidak akan menemukan alasan untuk terus menjalani hidup dengan semangat.
Lagu ini menyentuh tema cinta sejati dan penghargaan yang mendalam kepada seseorang yang dianggap sangat berharga dalam hidupnya. Liriknya penuh dengan perasaan tulus dan rasa hormat terhadap sang kekasih.
Penampilan Kang Doel berhasil menyatukan para peserta Raimuna dalam suasana penuh kebersamaan. Tidak hanya sebagai hiburan, malam tersebut menjadi momen refleksi tentang pentingnya persaudaraan dan kerja sama di dalam gerakan pramuka.
Kang Doel juga menyampaikan rasa bangganya bisa tampil di acara sebesar Raimuna XIV Jabar ini.
“Semoga semangat pramuka selalu berkobar, dan kita semua bisa terus menjaga persatuan serta kekompakan. Terima kasih untuk sambutan hangat dari para peserta Raimuna,” ucapnya setelah menyelesaikan penampilannya.
Malam kedua Raimuna XIV Jabar 2024 ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi momen yang mempererat ikatan di antara para peserta, meneguhkan semangat pramuka dalam kegiatan yang penuh keceriaan dan kebersamaan. (Red)