SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Sebanyak 10.000 peserta dari 190 negara dijadwalkan menghadiri International Festival of Youth (IFY) 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 11-17 September 2026.
Festival ini dirancang sebagai wadah kolaborasi global untuk membahas masa depan di bidang kreatif, sains, olahraga, hingga media.
International Festival of Youth 2026 mengusung misi untuk menjadi ruang di mana budaya dan komunitas profesional dari seluruh dunia bertemu.
Berdasarkan informasi dari laman resmi wyffest.com, acara yang akan digelar di Ekaterinburg ini menargetkan 10.000 partisipan muda berusia 14 hingga 35 tahun dari 190 negara.
Selain itu, acara ini juga akan didukung oleh 2.000 relawan. Program festival mencakup berbagai format menarik seperti trend-battles (adu gagasan antara dua pakar dengan pandangan berlawanan), sesi TED Talks, hingga talk show yang membahas isu-isu terkini.
Fitur unggulan lainnya adalah program ekspedisi regional yang akan membawa 1.000 peserta menjelajahi 30 wilayah di Rusia dan Republik Abkhazia untuk mempelajari budaya, sejarah, dan modernisasi negara tersebut.
Laman resmi festival menyatakan bahwa tujuan utama acara ini adalah untuk menciptakan “ruang di mana kita dapat membentuk citra masa depan bersama — yang terbuka, adil, dan penuh peluang bagi semua orang.” (Sumber: wyffest.com/en/events/mfm2026)
Penyelenggaraan festival internasional berskala besar ini merupakan bagian dari upaya Rusia untuk memperkuat soft power dan diplomasi publik di tengah dinamika geopolitik global.
Dengan mengundang peserta dari 190 negara, Rusia memposisikan diri sebagai tuan rumah bagi dialog pemuda global, sekaligus mempromosikan citra keterbukaan dan keberagaman, di saat hubungan diplomatik dengan negara-negara Barat masih mengalami ketegangan.
Program ekspedisi regional juga berfungsi sebagai sarana untuk menunjukkan stabilitas internal dan potensi ekonomi serta pariwisata di berbagai wilayah Rusia.
Bagi pemuda Indonesia, keikutsertaan dalam IFY 2026 membuka peluang untuk membangun jejaring internasional yang luas dengan 10.000 peserta global.
Mereka dapat mempelajari praktik terbaik di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga teknologi, yang dapat diadaptasi untuk pembangunan nasional.
Selain itu, kehadiran Indonesia di forum ini juga memperkuat peran diplomasi publik, memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, serta menunjukkan kontribusi aktif generasi muda Indonesia dalam membentuk agenda masa depan dunia. (Red)