SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu dengan para duta besar negara ASEAN di Moskow, dengan agenda utama menyepakati dokumen kebijakan jangka menengah baru.
Dokumen ini akan menjadi landasan bagi penguatan kemitraan strategis Rusia-ASEAN ke depan, mencakup kerja sama bilateral dan multilateral.
Pertemuan pada 20 Maret lalu membahas secara substantif berbagai area kerja sama, termasuk upaya bersama mengatasi tantangan dan ancaman bersama, penguatan hubungan di bidang perdagangan, investasi, digitalisasi, serta energi.
Fokus juga diberikan pada perluasan kontak pemuda dan bisnis. Agenda utama pertemuan adalah menyusun acara peringatan 35 tahun hubungan Rusia-ASEAN dan merampungkan dokumen kebijakan perencanaan baru yang komprehensif.
Para pihak menekankan bahwa dialog Rusia-ASEAN memiliki peran penting dalam membangun arsitektur keamanan dan kerja sama di kawasan Asia-Pasifik yang didasarkan pada hukum internasional, kesetaraan, dan keterbukaan.
Pertemuan ini digambarkan berlangsung dalam suasana tradisional yang bersahabat, mencerminkan kedewasaan hubungan kedua pihak.
Peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Rusia-ASEAN pada tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian sekaligus merumuskan arah baru kerja sama.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia-ASEAN telah berkembang tidak hanya pada kerja sama ekonomi, tetapi juga pada isu-isu keamanan regional, diplomasi pencegahan bencana, dan kerja sama teknologi.
Dokumen kebijakan baru ini akan menjadi panduan strategis di tengah pergeseran peta kekuatan global.
Penyelesaian dokumen kebijakan baru ini akan menjadi dasar bagi percepatan proyek-proyek kerja sama konkret antara Rusia dan negara-negara ASEAN.
Selain itu, penguatan kerja sama pada jalur ASEAN-BRICS yang turut dibahas dalam pertemuan ini membuka kemungkinan bagi peningkatan peran negara-negara Asia Tenggara dalam arsitektur multilateral yang lebih inklusif, seiring dengan semakin menguatnya pengaruh BRICS di panggung ekonomi dunia. (Red)