
SUARAMUDA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus masih belum mendapat informasi lanjutan terkait rencana pembangunan tol Demak-Tuban. Meski begitu, 9 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Kudus kabarnya bakal tergusur jika pembangunan tol Demak-Tuban benar-benar terealisasi.
“Informasi terbaru secara eksplisit maupun implisit belum ada,” kata Kepala Dinas PUPR Kudus Arief Budi Siswanto, seperti dilansir dari Tribun, Minggu (22/9/2024).
Hanya saja, lanjut Arief, yang pihaknya ketahui terkait rencana pembangunan tol yang bakal melintas di Kabupaten Kudus masih tarik ulur terkait anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk trans jalannya kami diinformasikan masih sama. Untuk exit tol masih sama dengan dulu,” kata Arief.
Untuk exit tol Demak-Tuban yang ada di Kabupaten Kudus, kata dia, rencananya akan berada di Desa Gulang atau Payaman, Kecamatan Mejobo.
“Berkaitan dengan rest area belum tahu karena ada beberapa pertimbangan perencanaan di sana karena kedekatan dengan Demak,” kata Arief.
Diketahui rencana pembangunan tol Demak-Tuban yang melintas di Kabupaten Kudus memiliki panjang sekitar 8,3 kilometer. Rencananya tol akan melintas di sembilan desa di tiga kecamatan.
Di Kecamatan Undaan tol rencananya akan melintas di Desa Undaan Lor, Wates, Karangrowo, dan Ngemplak. Kemudian di Kecamatan Mejobo akan melintas di Desa Temulus, Kesambi, dan Jojo. Lalu, di Kecamatan Jekulo rencananya tol akan melintas di Desa Bulung Kulon dan Desa Bulungcangkring.
Adapun rencana pembangunan tol Demak-Tuban yang melintas di Kabupaten Kudus panjang ruasnya mencapai 8,3 kilometer. Total ada 4 kecamatan yang dilewati terdiri atas 13 desa. Total tapak proyek tol yakni seluas kurang lebih 58,2 hektare.
Sebagai informasi, jalan tol Demak–Tuban merupakan salah satu proyek konsturksi yang dinantikan realisasinya oleh masyarakat karena menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Lokasi titik awal proyek nantinya akan terhubung dengan jalan tol Semarang–Demak. Sementara titik akhir proyek akan terhubung dengan rencana Jalan Tol Tuban–Lamongan–Gresik.
Dalam proses pembangunannya, pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menyusun timeline pembangunan agar proyek ini dapat selesai sesuai target yang diinginkan. Sedangkan proses konstruksi jalan tol akan dimulai pada tahun 2024 dan direncanakan berakhir pada tahun 2028.
Rencananya proses konstruksi jalan tol Demak–Tuban dibagi menjadi dua tahapan pembangunan. Tahap I, akan berlangsung mulai dari kuartal tiga (Q3) 2024 hingga kuartal dua (Q2) 2026. Sementara itu, pembangunan tahap ke dua akan dimulai pada kuartal satu (Q1) 2027 hingga berakhir di kuartal empat (Q4) 2028.
Proyek ini diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 45,71 triliun, di mana sebanyak Rp 2,68 triliun akan digunakan sebagai biaya pembebasan lahan (porsi pemerintah). Sedangkan sisa dana yakni Rp 32,46 triliun akan digunakan untuk mendukung proses konstruksi yang dilakukan secara bertahap.
Pertanyaannya, apakah pembangunan jalan tol Demak-Tuban akan benar-benar terealisasi? Kita lihat perkembangannya! (Red)
Artikel ini disarikan dari TribunJateng.com