SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit tujuh.
Peristiwa ini menyimpan pesan relevan bagi generasi muda yang hidup dalam era digital penuh distraksi dan tekanan.
Salah satu makna terbesarnya adalah lahirnya kewajiban salat lima waktu, yang menegaskan pentingnya disiplin, konsistensi, dan manajemen waktu — tiga kunci utama bagi anak muda untuk mencapai tujuan hidup.
Perjalanan Nabi yang terjadi setelah masa penuh ujian juga mengajarkan keteguhan mental. Bagi generasi yang sering merasa tertekan oleh ekspektasi, kegagalan, atau komentar negatif, Isra Mi’raj menunjukkan bahwa ujian bukanlah akhir, melainkan awal dari perubahan besar.
Selain itu, Mi’raj yang membawa Nabi menembus langit tujuh memberi pesan bahwa tidak ada batas bagi mimpi dan potensi manusia selama ia berusaha dan percaya diri.
Di sisi lain, momen Nabi memimpin para nabi di Masjidil Aqsa menjadi simbol pentingnya akhlak dan integritas sebagai dasar kepemimpinan.
Generasi muda didorong untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga karakter yang kuat. Dalam dunia yang cepat berubah, salat juga menjadi ruang “charging spiritual” agar hati tetap tenang dan fokus terjaga.
Pada akhirnya, Isra Mi’raj adalah sumber inspirasi bahwa harapan selalu ada. Allah mampu mengangkat hamba-Nya dari kesulitan menuju kemuliaan dalam sekejap.
Pesan ini penting bagi anak muda: jangan menyerah, tetaplah berusaha, dan percayalah bahwa perubahan besar bisa datang kapan saja. (Red)