Faktor Penting dalam Menentukan Lokasi Usaha: Lokasi Tepat, Bisnis Mantap!

Nina Syamsa Dhiya’, adalah Mahasisawa Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University

Oleh: Nina Syamsa Dhiya’ *)

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Mendirikan sebuah bisnis membutuhkan keahlian teknikal dan konseptual dalam menentukan keputusan agar mencapai kesuksesan. Manajemen dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif ini membutuhkan tindakan yang nyata.

Manajemen produksi dan operasi merupakan suatu hal yang penting dalam mendukung kesuksesan bisnis. Setiap bisnis yang berjalan dalam mencapai kesuksesannya akan menggunakan sumber daya yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan barang/jasa.

Kegiatan mengubah bahan baku menjadi output yang berupa barang jadi dalam menambah nilai guna dilakukan melalui suatu proses produksi dan operasi (Julyanthry et al., 2020).

Dalam mencapai tujuan, sebuah usaha harus memastikan bahwa setiap aspek operasionalnya berjalan optimal untuk menjaga efisiensi usahanya. Menurut Firdaus et al., (2023) optimalisasi ini sangat penting karena desain produk dan strategi proses yang tepat dapat meningkatkan kualitas produk.

Kualitas produk perlu dijaga dan ditingkatkan sebagai bentuk bonafiditas perusahaan. Selain itu, analisis terhadap keputusan lokasi dan tata letak juga memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional dan efisiensi alur kerja. Dalam perwujudannya perancangan kapasitas serta pengukuran kerja yang efektif dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan pelanggan.

Menentukan Lokasi Bisnis

Penentuan lokasi pengolahan dan produksi suatu produk merupakan keputusan strategis yang sangat penting dalam manajemen operasional. Karena, lokasi yang tepat tidak hanya berpengaruh pada efisiensi produksi, tetapi juga memengaruhi biaya operasional dan distribusi produk ke pasar.

Pemilihan lokasi yang salah dapat menyebabkan peningkatan biaya transportasi, keterlambatan distribusi, dan bahkan mengurangi kepuasan konsumen, yang pada akhirnya akan menurunkan keuntungan perusahaan.

Oleh karena itu, manajemen perlu mempertimbangkan berbagai faktor dalam pemilihan lokasi produksi agar dapat mengoptimalkan pengeluaran dan pendapatan.

Tahapan dalam proses pemilihan lokasi mencakup analisis kebutuhan perusahaan, evaluasi berbagai pilihan lokasi, perbandingan biaya dan keuntungan, serta perencanaan implementasi.

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, perusahaan dapat memastikan bahwa lokasi produksi yang dipilih tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga memungkinkan peningkatan pendapatan secara optimal.

Penetapan lokasi yang tepat juga mempengaruhi daya saing perusahaan secara keseluruhan. Lokasi yang efisien tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga mempengaruhi waktu respon terhadap permintaan pasar, fleksibilitas produksi, dan pada akhirnya, kepuasan pelanggan.

Dalam penentuan lokasinya usaha dapat berfokus pada keuntungan di mana penempatan lokasi lebih dekat dengan pasar atau konsumen. Penempatan lokasi tersebut ditujukan agar banyak pelanggan yang berkunjung.

Penentuan lokasi terhadap faktor lain juga dipertimbangkan di antaranya, pertama; bahan baku. Penentuan lokasi bahan baku ini menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. Jika perusahaan memilih lokasi bahan baku yang dekat, maka biaya yang dikeluarkan untuk transportasi dalam melakukan distribusi akan lebih terjangkau.

Kedua; tenaga kerja. Perusahaan perlu memastikan bahwa tenaga kerja yang dibutuhkan dapat ditemukan dengan mudah. Dalam hal ini lokasi yang ditempati harus strategis dengan memanfaatkan data kependudukan yang ada.

Ketiga; infrastruktur. Biaya lokasi dan layanan umum yang digunakan juga mempengaruhi pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Apabila lokasi merupakan milik pribadi, maka usaha dapat dijalankan tanpa biaya sewa.

Namun, jika lokasi yang diinginkan bukan hak milik pribadi, maka perusahaan perlu melakukan perhitungan kembali antara biaya sewa, biaya pembelian tanah, serta strategis atau tidaknya lokasi tersebut.

Terdapat beberapa critical success factor (CSF) yang dapat diterapkan oleh oleh perusahaan. Yang pertama ialah kedekatan dengan bahan baku, pemasok, dan pasar yang dituju. Kemudian ada biaya dan ketersediaan tenaga kerja yang sangat membantu dan mengurangi pengeluaran.

Lalu, layanan umum dan biaya lokasi harus diatur dengan baik. Serta tetap memperhatikan lingkungan dalam menjalankan usahanya dengan menerapkan sustainability sebagai bentuk perhatian perusahaan mengenai peraturan lingkungan hidup dan kualitas hidup masyarakat.

Analisis CSF dapat dilakukan ketika perusahaan ingin membuka cabang baru. Perusahaan dapat menerapkan evaluasi alternatif lokasi dengan metode Factor-Rating Method. Perusahaan dapat menentukan beberapa opsi lokasi yang ingin ditempati.

Contoh indikator CSF yang dapat dijadikan pertimbangan oleh perusahaan sehingga memengaruhi kesuksesan bisnis ialah kedekatan pasar dan bahan baku, dilanjutkan dengan faktor lingkungan, dan yang terakhir ialah biaya tenaga kerja dan lokasi.

Dari perhitungan tersebut perusahaan dapat mengetahui nilai terbobot yang paling besar dari beberapa opsi lokasi yang dapat mengindikasikan pemilihan lokasi yang tepat. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan metode Break Even Analysis dengan menempatkan beberapa opsi lokasi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk membuka usaha.

Perhitungan total cost melalui variabel cost dan fixed cost yang dapat memunculkan hasil perhitungan. Lokasi yang memiliki total biaya paling rendah ialah lokasi yang paling tepat untuk dipilih. (Red)

*) Nina Syamsa Dhiya’, adalah Mahasisawa Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like