
SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Tiongkok dan Indonesia merupakan dua entitas bangsa dan negara yang memiliki jejak historisitas yang panjang dan kompleks.
Di tengah lokus yang luas itu, buku ini menawarkan satu lanskap yang hingga hari ini terus berkembang untuk diteliti dan dieksplorasi oleh para sarjana, yaitu pertautan Muslim Tiongkok di Indonesia; mencakup aspek sejarah, pergulatan para tokoh yang menjadi jembatan penghubung dua bangsa, proses akulturasi, hingga beragam produk kebudayaan yang bisa kita nikmati secara kasatmata hari ini.B
“Open PO Buku Pertautan Muslim Indonesia dan Tiongkok – Sejarah dan Dinamika Akulturasi Dua Bangsa. Penerbit: IRCiSoD, 2024. Tebal: 302 halaman. Harga PO: Rp. 70,000. Pemesanan (WA): 085-173-339-805 / 081-229-326-619”
Bagaimana peran tokoh Tionghoa—selain narasi besar dari Arab dan India—dalam sejarah masuknya Islam di nusantara, proses relasional apa yang ditawarkan, dan apa produksi kebudayaan dan tradisi yang bisa diketengahkan sebagai hasil pertautan dan pergulatan kedua bangsa?
Buku ini bisa menjadi rujukan dalam meneguhkan pengetahuan yang belum banyak diketahui masyarakat dan sekaligus dapat berkontribusi merevisi distorsi dan stigma terhadap entitas Tiongkok di Indonesia.
Testimoni:
“Buku ini menjelaskan hubungan erat antara tiga unsur penting bagi Indonesia: Tiongkok, Tionghoa, dan Islam. Kumpulan artikel ini ditulis oleh para sarjana Indonesia yang punya minat kuat tentang Tiongkok, masyarakat Tionghoa, dan kaitannya dengan Islam di Indonesia.
Karya ini penting dibaca masyarakat Indonesia karena ia menyajikan keterangan awal soal peran Tiongkok dalam penyebaran Islam dan perjalanan kebangsaan Indonesia, dan jasa masyarakat Tionghoa Muslim dalam Islam Indonesia, termasuk juga dalam bidang politik, budaya, sosial, dan ekonomi.
Buku ini ditulis oleh mereka yang pernah hidup untuk belajar di kampus-kampus Tiongkok dan oleh mereka yang meneliti tentang masyarakat Tionghoa dengan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca saat santai.”
(Ayang Utriza Yakin, Peneliti dan Pengajar Tamu di Université Catholique de Louvain, Belgia, dan Sciences Po Bordeaux, Prancis)
“Keistimewaannya terletak pada kemampuannya merekam secara intensif aspek-aspek sejarah, eksistensi dan peran para aktor, proses inkulturasi, hingga penyajian hal ihwal produk kebudayaan yang terbentuk melalui relasi Muslim Tiongkok dan Nusantara.”
(Ismail Fajrie Alatas, Associate Professor Studi Timur Tengah, Islam, dan Sejarah di New York University, Amerika Serikat dan penulis buku ‘What is Religious Authority?’)
“Karya ini mengajak kita menjelajah dari masa lampau hingga masa kini dalam pertautan dua bangsa besar yaitu Indonesia dan Tiongkok. Dibingkai dengan narasi teoretis yang kukuh, fakta-fakta empiris yang dirajut dalam karya ini menampilkan sejarah, proses akulturasi, peran tokoh hingga produksi kebudayaan yang bisa kita lihat dan rasakan saat ini.”
(Noorhaidi Hasan, Guru Besar dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
“Hubungan Tiongkok dan Nusantara sudah berlangsung sangat klasik. Jauh sebelum Bangsa Arab apalagi bangsa Eropa menginjakkan kaki di bumi Nusantara. Buku ini, antara lain, merekam tentang fenomena dan dampak positif perjumpaan Bangsa Tionghoa dan aneka ragam suku dan etnis di Nusantara yang patut diapresiasi.”
(Sumanto Al Qurtuby, Dosen Antropologi Budaya di King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi dan editor buku Tionghoa dan Budaya Nusantara)
***
Penerbit: IRCiSoD, 2024
Tebal: 302 halaman
Harga PO: Rp. 70,000
Pemesanan (WA): 085-173-339-805