
SUARAMUDA, KENDAL – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIB Plantungan, Kabupaten Kendal, dalam program penanaman koro pedang dan pengabdian masyarakat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan Lapas, serta dipusatkan di aula Lapas Plantungan pada Kamis (17/10/2024) kemarin.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan, Suharno, dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pembinaan warga binaan.
“Penanaman koro pedang diharapkan dapat memberikan keterampilan baru dan menjadi sumber pendapatan bagi warga binaan setelah mereka bebas,” ujar Suharno.
Ia juga menambahkan bahwa koro pedang, yang merupakan tanaman legum, memiliki nilai ekonomi tinggi dan manfaat kesehatan.
Sementaea itu, Rektor Unwahas, Prof. Mudzakkir Ali, menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk melatih warga binaan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang potensi tanaman koro pedang yang masih kurang dimanfaatkan.
“Koro pedang adalah sumber protein nabati yang dapat menjadi alternatif pangan sehat dengan peluang pasar yang menjanjikan,” ungkapnya.
Penanaman dijadwalkan dimulai dalam beberapa minggu mendatang, dengan target panen dalam waktu 4-6 bulan.
Menyaksikan program itu, Bendahara Yayasan Wahid Hasyim Semarang Dr. Nurhadi berharap kerja sama ini akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup warga binaan serta pengembangan sektor pertanian di daerah sekitar.
Dalam kerja sama ini, Unwahas bersama Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (PPKPI) dan Kelompok Tani Merdeka Plantungan akan memberikan pendampingan teknis serta bimbingan ilmiah terkait budidaya, perawatan, hingga pengolahan hasil panen koro pedang.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian warga binaan di Lapas Pemuda Plantungan. (Red)