
SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Berdiri sejak tahun 2006, warung makan legendaris Ayam Penyet Mas Yanto, terus mempertahankan eksistensinya hingga hari ini.
Selama 19 tahun, warung ini menjadi pilihan banyak pecinta kuliner. Pasalnya, Ayam Penyet Mas Yanto menyajikan menu dengan cita rasa khas—-berasal dari resep keluarga yang telah diwariskan turun-temurun.
Terletak di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Ayam Penyet Mas Yanto dikenal luas bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena konsistensinya dalam menjaga kualitas bahan baku, rasa sambal yang khas, dan pelayanan yang hangat kepada setiap pelanggan.
Cita Rasa Khas Jawa Tengah
Dengan mengusung cita rasa otentik khas Jawa Tengah, Ayam Penyet Mas Yanto menawarkan pengalaman makan yang sederhana namun berkesan.
Menu utamanya yang berupa ayam penyet dengan sambal pedas menggoda, nasi hangat, dan lalapan segar telah memikat hati para pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, karyawan, hingga keluarga yang tinggal di sekitar Meruya dan sekitarnya.
Memasuki usia ke-19, Ayam Penyet Mas Yanto memulai langkah baru dalam memperkuat identitas dan memperluas jangkauan pasar.
Tahun ini, warung ini mendapatkan dukungan dari mahasiswa Universitas Mercu Buana melalui Program Mata Kuliah Peduli Negeri, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membantu UMKM lokal dalam mengembangkan bisnisnya melalui pendekatan kreatif dan strategis di bidang pemasaran.
Kontribusi Mahasiswa
Dalam kolaborasi yang berlangsung selama beberapa bulan tersebut, para mahasiswa turut berkontribusi dalam proses rebranding Ayam Penyet Mas Yanto, antara lain melalui:
Pembuatan Logo Baru
Logo baru dirancang dengan mempertimbangkan filosofi dan karakter warung, sekaligus menyesuaikan dengan selera visual generasi saat ini.
Logo tersebut menjadi simbol penyegaran identitas, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang selama ini dipegang oleh Mas Yanto dan keluarganya.
Desain Banner dan Materi Visual
Untuk memperkuat daya tarik visual, tim mahasiswa juga merancang banner promosi yang diletakkan di depan warung.
Desain ini bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung yang melintas serta memberikan kesan profesional dan modern pada tampilan luar warung.
Strategi Branding Melalui Instagram
Melihat pentingnya kehadiran digital di era media sosial, para mahasiswa membantu membuat dan mengelola akun Instagram resmi warung dengan nama pengguna @tulanglunak_masyanto.
Akun ini kini menjadi media utama dalam membangun komunikasi dengan pelanggan, mempromosikan menu, membagikan testimoni, dan menyampaikan berbagai informasi terkini seputar warung.
Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Melalui kolaborasi ini, Ayam Penyet Mas Yanto juga berkontribusi secara nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mempertahankan usaha keluarga yang terus berkembang secara mandiri.
Warung ini menjadi contoh nyata bagaimana UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan, menyerap tenaga kerja, dan menjadi penggerak ekonomi lokal.
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui adaptasi terhadap teknologi digital dan inovasi dalam pemasaran.
Kerjasama dengan mahasiswa memperkenalkan pendekatan baru berbasis digital seperti branding media sosial dan visual identity, sehingga memperkuat struktur bisnis warung di era digital.
“Ini lebih dari sekadar ayam penyet, ini tentang warisan keluarga yang kami lestarikan dengan penuh cinta, “ujar Mas Yanto, pemilik warung yang juga merupakan generasi kedua dalam keluarga yang menjalankan usaha ini.
Ia juga sangat berterima kasih kepada generasi muda, dari Mercu Buana yang telah membantu membawa bisnis kami ke arah yang lebih modern.
Langkah kolaboratif ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proyek yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, pelaku UMKM seperti Mas Yanto mendapatkan bantuan yang sangat berarti dalam menghadapi tantangan bisnis, khususnya di era digital yang kompetitif ini.
Melalui kolaborasi ini, Ayam Penyet Mas Yanto membuktikan bahwa warisan kuliner tradisional dapat terus berkembang dan relevan jika dibarengi dengan inovasi serta keterbukaan terhadap perubahan.
Diharapkan, warung ini dapat terus menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk terus bertumbuh tanpa meninggalkan akar budaya dan cita rasa asli Indonesia.
Untuk mengikuti perkembangan dan informasi terbaru seputar Ayam Penyet Mas Yanto, masyarakat dapat mengunjungi akun Instagram resmi mereka di @tulanglunak_masyanto.
Penulis: Sherly Rizkia, Sulastri Marbun, Greselda Novita dan Evanjel Joshua